Webinar Program Bertani Untuk Negeri

 11 August 2020 12:36:58    Education


Jakarta, 07 Agustus 2020 - Indonesia merupakan negara agraris tropis ke-2 terbesar di dunia setelah Brazil. Namun produktivitas agrikultur Indonesia lebih rendah dari potensinya. Indonesia berada di peringkat 62 dari 113 negara untuk ketahanan pangan, berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019). Berdasarkan angkatan kerja, sebanyak 25% angkatan kerja Indonesia atau sekitar 35 juta orang bekerja di sektor pertanian. Namun produktivitas tenaga kerja sektor pertanian Indonesia pun rendah, hanya USD 8.84 per hari orang, lebih rendah dari Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019).  

Di sisi lain, terdapat masalah dalam kebutuhan lulusan yang lebih siap kerja yang akan menjadi pemimpin masa depan. Sebanyak 2 dari 3 penyedia kerja menyatakan sangat kesulitan mencari karyawan yang siap untuk posisi manajemen. Berdasarkan skor kompetensi orang dewasa di Indonesia (PIACC) berada di bawah rata-rata OECD di kategori pemrosesan informasi dan penyelesaian masalah.  Berdasarkan Future of Jobs Report, World Economic Forum (2020), dua keterampilan penting yang utama di dunia kerja adalah pemecahan masalah kompleks dan berpikir kritis. 

Dengan latar belakang masalah ketahanan pangan dan kebutuhan lulusan tersebut, Japfa Foundation mengembangkan program Bertani Untuk Negeri. Bertani untuk Negeri merupakan program yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja bersama-sama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. “Kami mempertemukan pemuda yang passionate dengan pertanian dan mau belajar dengan petani, dan belajar bersama untuk menyelesaikan masalah produktivitas. Petani dapat berinovasi dan mengadopsi praktik manajemen pertanian yang lebih baik. Lulusan S1 pun dapat belajar keahlian yang dibutuhkan untuk lebih siap kerja menjadi pemimpin masa depan. Sehingga output program ini ada dua, yaitu dari sisi petani bisa meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan keahlian, dan dari sisi lulusan S1 dapat membangun semangat pertanian di antara generasi masa depan bangsa” ujar Lucky Luqman Nurrahmat, Chief Operating Officer.

“Melalui program Bertani Untuk Negeri, para pemuda akan mendapatkan berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan keahlian bisnis, pelatihan  soft skill, pelatihan teknikal peternakan ayam dan tentunya memberikan dampak nyata. Program Bertani Untuk Negeri akan dilaksanakan di daerah Cirebon dengan durasi program 6 bulan” ujar Ignatius Egan Jonatan, Departemen Program Japfa Foundation. Pada program yang akan dimulai pada bulan September 2020 ini, program akan menyasar peternakan ayam broiler. 

Pendaftaran program Bertani Untuk Negeri masih dibuka sampai dengan 17 Agustus 2020. Informasi pendaftaran lebih lanjut dapat diakses melalui email admin@japfafoundation.org atau website www.japfafoundation.org/bertani-untuk-negeri