Pembukaan Program Bertani Untuk Negeri 2020 Japfa Foundation

 05 October 2020 16:31:02    Education


Senin, 21 September 2020 - Ketahanan pangan yang digadang-gadang oleh pemerintah Indonesia saat ini ternyata memperlihatkan bahwa masih cukup banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dan diperhatikan di sector tersebut, khususnya dalam usaha regenerasi petani muda yang kelak akan menjadi penerus dalam pengolahan lahan pertanian dengan berbagai inovasi dan teknologi. Namun nyatanya, Badan Pusat Statistik menerbitkan laporan bertajuk Sensus Pertanian 2013 yang menunjukkan adanya penurunan jumlah petani muda di Indonesia pada rentang umur produktif yaitu sebanyak 3.129.644 untuk rentang usia 25-35 tahun dan 229.943 orang untuk rentang usia 15-24 tahun dari total 26.135.469 petani yang terdata di tahun 2013. 

Regenerasi petani di Indonesia diperlukan sebagai langkah modernisasi pertanian demi memenuhi kebutuhan pangan yang semakin hari semakin bergerak cepat. Generasi petani muda juga diharapkan dapat bekerja sama dengan petani yang berada di lapangan. Dalam hal ini, JAPFA Foundation meluncurkan program “Bertani untuk Negeri” yang pelaksanaannya telah dimulai pada pertengahan Agustus 2020 dengan jumlah pendaftar sebanyak 466 anak muda dari berbagai universitas negeri dan swasta di Indonesia. Setelah melewati serangkaian seleksi wawancara yang dilaksanakan secara online pada 21 – 28 Agustus 2020, terpilihlah 16 penerima program. 

Bertani Untuk Negeri berlangsung selama 6 bulan dimulai dari September 2020 hingga Maret 2021 di Desa Ender dan Gagasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Program yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja bersama-sama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ir. Yahja Djanggola selaku Head of Japfa Foundatian yang hadir dalam pembukaan program pada 21 September 2020 di Balai Desa Gagasari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat “jadikan Program Bertani Untuk Negeri sebagai sarana menimba ilmu dan teknologi terbaru terkait peternakan khususnya ayam broiler”, Program ini akan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi peternak rakyat serta bertujuan untuk mencetak para peternak yang unggul, berkualitas, serta profesional. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi antara sistem pertanian konvensional dengan sistem teknologi modern.

Pada acara pembukaan program tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat sebagai utusan Gubernur Jawa Barat, Bapak Jafar Ismail yang turut menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya dari Bapak Ridwan Kamil selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat terhadap program ini, menyampaikan pesan ’kita sebagai masyarakat pertanian seharusnya tinggal di desa, penghasilan kota dan berpengetahuan dunia’.  

Program Bertani Untuk Negeri memberikan pelatihan kepada 16 orang sarjana lulusan baru yang nantinya akan belajar bersama dengan 11 orang peternak dari Desa Ender dan Gagasari. Kegiatan pelatihan akan difasilitasi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari PT. Ciomas Adisatwa unit commercial, staf PT. Ciomas Rumah Potong Ayam (RPA), staf Japfa Foundation dan pembicara tamu dari unit terkait. Dengan harapan para peserta akan mendapatkan bekal untuk bisa bersaing di dunia kerja, seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Dwi Priyastoko selaku Head of Unit PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk unit Cirebon “peserta harus memanfaatkan teknologi untuk pembangun pertanian dan peternakan Indonesia’.

JAPFA Foundation merupakan yayasan korporasi yang berdiri pada bulan Maret 2015 dengan visi utama untuk memaksimalkan potensi kaum muda melalui pendidikan agrikultur.