Memupuk Kepedulian Sosial Mahasiswa Zaman Now

 17 June 2020 15:19:23    Education


Setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki salah satu tujuan bersama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi, tujuan bersama ini dicapai dengan melibatkan seluruh elemen civitas akademika termasuk mahasiswa didalamnya. Inti dari Tri Dharma Perguruann Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan penngabdian kepada masyarakat. Dari Ketiga poin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi kegiatan yang memanfaatkan hasil dari proses pengajaran dan penelitian adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan mampu memberikan dampak perubahan untuk masyarakat melalui ilmu  pengetahuan dan teknologi. Irfan Nugraha adalah salah satu penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018 yang telah mendapatkan apresiasi sebagai 5th Aktivis Sosial di tingkat IPB University karena kontribusinya dalam berbagai kegiatan sosial. Simak cerita bermanfaat berikut ini yah, untuk menambah pengetahuan dan semangatmu melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial. Selamat Membaca!.

Belajar Bersama Masyarakat

Irfan - sapaan akrab Irfan Nugraha seorang mahasiswa semester 8 jenjang S1 (Sarjana) Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB University ini telah berpengalaman melaksanakan kegiatan sosial sejak tingkat pertama perkuliahan. Pengalaman Irfan dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan sosial di masyarakat ternyata dimulai sejak Irfan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui kegiatan bakti sosial OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Dalam melakukan banyak kegiatan sosial, Irfan terinsiprasi dari sosok Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai guru yang berpesan "Bantulah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa". Bagi Irfan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan transfer informasi dan pengetahuan kepada masyarakat yang membuat hati senang, "Ketika kita punya sesuatu yang dibawa ke masyarakat dalam bentuk informasi yang bermanfaat rasa ke diri kita itu lebih nyaman dan memberikan efek kepuasan tersendiri, selain itu ketika kita berkegiatan dengan masyarakat sebenarnya kitalah yang belajar dari masyarakat itu sendiri," tutur Irfan.

Memberi Dampak Kepada Masyarakat  

Dalam setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat, peran Irfan tentu saja berbeda-beda, mulai dari relawan (Pengajar Inspiratif) dalam program Education Weeks In School IPB Mengajar pada tahun 2017, Wakil Ketua IPB Mengajar tahun 2018, Ketua IPB Mengajar tahun 2019, peserta K2N di Brebes dan Tim Divisi Program Japfa Foundation Scholarship Club (JFSC) IPB University. Dalam setiap kegiatan sosial tersebut Irfan memilik kesan tersendiri dalam setiap menjalani proses pelaksanaan hingga pengembangan programnya. Melaui program IPB Mengajar, dimulai menjadi relawan selama 21 hari di Desa Malasari, Bogor tidak hanya mengajar anak-anak melalui program ini Irfan dan teman-teman lainnya melakukan survei ke rumah orang tua (Home Visit), dan berkomunikasi dengan guru sekolah dasar (Rabuan). Lebih lanjut di tahun berikutnya, ketika peran Irfan dalam program IPB Mengajar menjadi wakil ketua, peran yang dijalankan tidak hanya mengajar, lebih dari itu Irfan melakukan supervisi program untuk memastikan program berjalan lancar dan hubungan dengan para stakeholder program juga berjalan baik dan lancar.

Berbeda dari kegiatan sebelumnya dalam program IPB Mengajar, Irfan juga berpengalaman sebagai peserta dalam kegiatan K2N (Kuliah Kerja Nyata) di Kubangsari, Brebes Jawa Tengah. Kegiatan K2N tersebut membawa Irfan dan teman-temannya menncoba mengaplikasikan ilmu perkuliahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan potensi wilayah di tempat K2N tersebut. "Potensi daerah Brebes selainn telur asin ada juga jagung, sehingga Irfan dkk bersama masyarakat mengembangkan nugget jagung ayam dan nugget telur asin, terkait uji coba penilaian makanan tentu kami menggunakan kaidah uji organoleptik dan secara umum masyarakat memberikan respon positif kepada produk tersebut," papar Irfan. Sama halnya seperti kegiatan Irfan dalam K2N, Irfan bersama rekan-rekan JFSC IPB University merancang kegiatan sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media transfer ilmu mahasiswa peternakan kepada masyarakat. Irfan dan rekan-rekan JFSC melihat potensi di daerah Neglasari, Bogor adalah peternakan domba sehingga informasi yang diberikan kepada masyarakat adalah informasi tentang pakan, pengolahan pakan, sanitasi dan manajemen kandang, serta produk olahan domba dan pemasaran.

Kegiatan pengabdian masyarakat tentunya membutuhkan proses persiapan yang tidak sebentar. Oleh karena itu, bagi teman-teman mahasiswa zaman now yang ingin menyelenggarakan kegiatan sosial, Irfan ingin menyampaikan tips dan trik agar kegiatan kamu dapat berdampak kepada masyarakat.

  1. Luruskan niat kita menyelenggarakan kegiatann tersebut. Segala sesuatu dari hati akan sampai ke hati masyarakat juga. Coba tanyakan niat yang paling dalam, dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut itu apa?.
  2. Pahami teknisnya secara sistematis (dari persiapan pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi) agar kegiatan sosial kita "meaningful". Jangan sampai kita asal-asalan menyelenggarakan kegiatan "yanng penting jalan" atau "yang penting sesuai jadwal".
  3. Pahami kadaan di masyarakat melalui survei potensi dan masalah yang ada di wilayah tersebut.
  4. Setelah mendapatkan potensi dan permasalahan yang ada, poin penting lainnnya adalah diskusikan dengan rekan satu tim agar mendapatkan banyak ide/alternatif solusi.
  5. Cari solusi yang tepat, yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
  6. Melakukan pendekatan kepada masyarakat terlebih dahulu jauh hari sebelumnya kegiatan akan dilaksanakan, jangan sampai kegiatan akan berjalan besok kita baru datanng hari ini. 

Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam Mendukung Kegiatan Sosial

Melakukan kegiatan sosial adalah program wajib para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation. Bantuan dana dan pendampingan kegiatan yang diberikan oleh Japfa Foundation adalah bentuk komitmen dalam mendukung pengabdian masyarakat mahasiswa kepada lingkungan sekitar. Selain dengan hal tersebut, Irfan juga mengungkapkan bahwa adannya tunjungan kegiatann sosial bermannfaat bagi penerima beasiswa. "Adanya kegiatan sosial ini melatih kepekaan kepada masyarakat, jadi para JF Scholars bisa di fasilitasi, minat dann bakatnya di bidang sosial, belajar menyalurkan transfer ilmu dari kampus ke masyarakat sesuai arahan dosen, sehingga rasa tanggung jawab kepada kondisi peternakan di Indonesia menjadi tumbuh", ungkap Irfan.

Dari proses perjalanan Irfan dalam melakukan pengabdian masyarakat yang membutuhkan banyak ide dan tenaga, Irfan membagikan pesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan sosial.


"Pengabdian masyarakat sejatinya membuat kita lebih peka terhadap kondisi masyarakat sesungguhnya, membuat kita belajar bekerjasama dengan tim, berpikirann terbuka terhadap orang-orang baru, tidak hanya dengan tim saja dengan masyarakat seringkali kita perlu mennyesuaikan mengolah informasi sesuai dengan masyarakat, oleh karenanya membumikan ilmu dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat itulah esensi dan pengabdian masyarakat". ungkap Irfan. 


 

Irfan Nugraha - JFSC 2018, S1 Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB University