Japfa Foundation Scholars ULM Beri Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Azolla

 18 June 2020 11:31:59    Education


Kolaborasi Antar Jurusan

Made Indra dan M. Rizkan adalah 2 dari 17 penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang berasal dari Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat (ULM).  Sebagai penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation, salah satu kewajiban yang mesti diemban oleh para penerima beasiswa adalah menjalankan kegiatan sosial yang dilakukan secara berkelompok. Para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dari Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan Budidaya Tanaman Azolla kepada masyarakat di Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan. 

Kegiatan sosial tersebut diawali dengan survei lokasi sesuai arahan dari instansi pemerintah setempat dengan kriteria mayoritas warga memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. “Desa Lok Gabang memiliki potensi ternak itik, namun terdapat kendala dalam biaya pakan yang terbilang tinggi. Kami, JFSC [Japfa Foundation Scholarship Club] ULM memberikan solusi kepada warga Desa Lok Gabang, khususnya Kelompok Tani Tunas Harapan dengan pembuatan pakan alternatif dari tanaman air bernama Azolla” ujar Made Indra, ketua JFSC Universitas Lambung Mangkurat.

Berasal dari 3 jurusan berbeda (Agroekoteknologi, Agribisnis dan Peternakan) membuat para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation di ULM bersatu padu merancang kegiatan sosial yang berkesinambungan satu sama lain. “Pertama kami mengajarkan budidaya tanaman Azolla dengan membuat kolam yang terbuat dari terpal di belakang rumah warga dibantu warga setempat. Penanggungjawabnya adalah kawan-kawan jurusan Agroekoteknologi. Setelah panen, kawan-kawan Agroekoteknologi juga mengajarkan pembuatan pupuk Bokasi. Kawan-kawan jurusan Peternakan bertanggung jawab terhadap pembuatan pakan itik/bebek dari tanaman Azolla tersebut” ujar M. Rizkan, salah satu anggota JFSC ULM.

Tak sampai disitu, para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation di ULM juga membina masyarakat agar tingkat ekonomi warga dapat meningkat dengan melatih warga untuk meningkatkan ekonomi dari telur itik yang dihasilkan, yaitu dengan membuat telur itik menjadi telur asin dan dipasarkan dengan kemasan premium. “Telur itik dibuat menjadi telur asin dengan media perendaman. Telur asin tadi dikemas dengan pelabelan dan lain-lain. Kegiatan ini dipimpin oleh kawan-kawan jurusan Agribisnis. Kami melihat masalah di desa tersebut adalah minat terhadap penjualan telur asin itu kurang. Sehingga, kawan-kawan jurusan Agribisnis mencoba bagaimana caranya meningkatkan penjualan tersebut agar lebih meningkat hasilnya” ujar M. Rizkan. 

Kegiatan sosial yang terbagi menjadi 4 rangkaian tersebut belum selesai dilaksanakan karena adanya pandemi COVID-19 yang melanda. Namun demikian, para anggota JFSC ULM menyatakan bahwa respon warga Desa Lok Gabang terhadap kegiatan yang mereka laksanakan sangat baik. “Respon masyarakat sangat baik, bahkan warga ada yang bertanggung jawab mengelola untuk mengecek tanaman Azolla tersebut di belakang rumah warga. Jadi kami sangat terbantu dengan antusias warga disana dan Alhamdulillah sampai saat ini sambutan warga disana sangat baik. Walaupun beberapa kali kegiatan tsb terkendala dari segi waktu. Kami pun berharap bisa meningkatkan daya tarik warga lagi untuk datang saat penyampaian materi” ujar M. Rizkan.

Menebar Manfaat melalui Kegiatan Sosial

Pelaksanaan kegiatan sosial yang dilakukan oleh para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tidak hanya memberikan manfaat kepada warga Desa Lok Gabang, tetapi juga memberikan manfaat tersendiri kepada para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation. “Kalau saya, jurusan saya kan berhubungan dengan masyarakat langsung, nah melalui kegiatan sosial ini saya bisa mengerti bagaimana memahami keadaan masyarakat, terjun langsung ke masyarakat. Kemudian untuk tim sendiri, lebih banyak teman, memahami karakter teman yang lain dan juga berkesempatan memahami pelajaran yang sudah dipelajari kawan-kawan dari jurusan lain, misalnya dari jurusan Agroekoteknologi, seperti budidaya tanaman Azolla, pembuatan pupuk Bokasi. Pelajaran tersebut tidak ada di jurusan Peternakan” ujar M. Rizkan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Made Indra “Kami JFSC ULM selaku narasumber sangat mendapatkan manfaat yang berharga, dimana sebagai akademisi yang bisa dikatakan komplit jika mereka dapat terjun langsung ke masyarakat dan mempraktikkan teori-teori yang selama ini didapat di bangku kuliah”.

Menjalankan kegiatan sosial bersama dengan rekan satu tim tak luput dari pengalaman suka dan duka. “Jujur dalam menyelenggarakan kegiatan sosial ini saya tidak merasakan duka, semua yang saya rasakan banyak sukanya. Keramahan dari warga desa, keseruan di lapangan, bisa keluar dari aktifitas monoton di kampus, merasakan bagaimana berada di masyarakat sebagai akademisi dan belajar memberikan apa yang kita tahu kepada masyarakat dengan baik dan benar agar dapat diterima dengan baik oleh mereka” ujar Made Indra. 

“Sukanya menambah relasi pertemanan, baik dengan teman-teman jurusan lain maupun di pedesaan, karena kan ada remaja juga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Saya pribadi senang memberikan edukasi kepada anak-anak di desa, karena mengingatkan saya pada masa kecil dulu. Dukanya karena berasal dari jurusan berbeda, kadang ada pendapat yang berbeda. Namun hal tersebut normal dalam sebuah perkumpulan. Namun mungkin hal itu bisa menjadi kendala jika terlalu dibesar-besarkan” tambah M. Rizkan.

besarkan” tambah M. Rizkan.

Peran Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam Mendukung Kegiatan Sosial

Made Indra dan M. Rizkan menyatakan bahwa Beasiswa Prestasi Japfa Foundation sangat mendukung kegiatan sosial yang mereka jalani, baik dari segi finansial maupun pendampingan. “Peran Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam mendukung kegiatan sosial itu sangat penting dan sangat berpengaruh. Kami mendapat bimbingan langsung dari pembimbing Beasiswa Prestasi Japfa Foundation sehingga bisa merencanakan dan menyusun kegiatan tersebut dengan matang. Setelah kegiatan tersebut dirasa sudah cukup baik bisa dikirim ke Japfa Foundation dan mendapat dukungan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga kegiatan kami bisa berjalan dengan lancar” ujar M. Rizkan.

Hal serupa diungkapkan oleh Made Indra “Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tentunya sangat mendukung di semua aspek, terutama pendanaan sehingga segala keperluan yang dibutuhkan dapat terpenuhi serta dalam segi pembimbingan oleh fasilitator selama kegiatan”.

Pesan untuk Teman-teman Mahasiswa

Bagi teman-teman mahasiswa yang ingin menyelenggarakan kegiatan sosial, Made Indra dan M. Rizkan memberikan pesan, nih. 

“Pesan yang bisa saya sampaikan mewakili teman-teman JFSC ULM 2018 ketika menyelenggarakan kegiatan sosial perlu dipersiapkan perencanaan yang matang, manfaatkan waktu disela-sela perkuliahan untuk saling berdiskusi sambil saling mengakrabkan diri, curahkan semua ilmu yang didapat selama kuliah dalam kegiatan sosial ini dengan baik, dan tentu saja jaga tata krama ketika berada di lingkungan masyarakat yang kita bina” ujar Made Indra.

M. Rizkan menambahkan “Alangkah lebih baik lihat terlebih dahulu potensi yang ada di desa tersebut, keadaan desa tersebut serta hal-hal yang bisa diangkat dari desa tersebut, sehingga bisa merancang kegiatan yang bisa menarik antusias warga dalam menjalankan kegiatan yang kalian lakukan. Kemudian saat melakukan kegiatan, kawan-kawan jangan sampai asyik dengan diri sendiri, dengan teman sendiri atau bermain gadget. Alangkah lebih baik kawan-kawan ngobrol dengan warga dibanding main gadget, karena disana akan menentukan pandangan warga terhadap kalian itu seperti apa. Kalau kalian asyik dengan gadget sendiri, warga akan menilai hal-hal yang tidak baik terhadap kalian. Satu hal yang perlu diingat, saat ke desa, kalian tidak hanya membawa nama diri kalian sendiri tetapi juga membawa nama institusi pendidikan”.

Menjalankan sebuah proyek atau kegiatan sosial merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi kami mahasiswa sebab terdapat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat selaku para penerima manfaat dan diri sendiri. Oleh karena itu, jangan ragu untuk melakukan berbagai kegiatan sosial di sekitar kita.


“Kalau kalian ingin mencapai sesuatu yang belum pernah kalian capai, maka kalian harus siap melakukan sesuatu yang belum pernah kalian lakukan” – M. Rizkan.


 

Made Indra Wimayadi Candra, JFSC 2018, S1 Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

M. Rizkan Nor Rasadi, JFSC 2018, S1 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat