Inspirasi Dari Tempat Magang Bagi Kamu Generasi Milenial

 18 June 2020 12:33:37    Education


Magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memiliki pengalaman bekerja dan menerapkan teori yang telah diajarkan di perkuliahan. Justian1 dan Aghis2 adalah dua penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018 dan 2017 yang telah melakukan kegiatan magang di dalam dan luar negeri. Simak cerita bermanfaat berikut ini ya, untuk menambah pengetahuanmu tentang manfaat dari kegiatan magang, terutama bagi kamu generasi milenial. Selamat membaca! 

Justian, Mengggali Pengalaman Dari Negeri Kangguru 

Justian – sapaan akrab Justian Ahmad – seorang mahasiswa semester 8 jenjang S1 (Sarjana) Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya ini telah melaksanakan kegiatan magang pada bulan September s.d Oktober tahun 2019 di Victoria River Down Station, Northern Territory, Australia dibawah naungan Heytesbury Cattle Company. Perjalanan Justian untuk diterima magang di salah satu perusahaan peternakan di Australia tentu tidaklah mudah. Beberapa tahapan seleksi perlu dilalui meliputi tes tulis, tes fisik, tes wawancara harus dilalui oleh Justian bersama Galih Purboningrum untuk lolos mewakili Universitas Brawijaya dalam program NIAPP (NTCA-Indonesia Australia Pastoral Program) tahun 2019 bersama 19 perwakilan lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. 

Sebelum melakukan program magang di Australia, Justian dan perwakilan lainnya mendapatkan pelatihan di PT Pasir Tengah selama 3 hari, materi pelatihan yang diberikan antara lain handling sapi, supply chain sapi potong Australia-Indonesia, menghadapi culture shock, dan mengatur media sosial. Sesampainya di Australia, Justian dan perwakilan lainnya mendapatkan pelatihan di Kota Alice Springs, Northern Territory selama 2 minggu dengan beragam materi pelatihan antara lain first aidhandling sapi, motorbike training, horse riding training, beef cattle management serta fencing training. Setelah itu barulah Justian ditempatkan di Victoria River Downs station (VRD).

Justian bersama rekannya Brian Marcel Crissanto Fatem yang berasal dari Universitas Papua menghabiskan waktu 1,5 bulan bekerja di sebuah station bernama Victoria River Downs –peternakan sapi ikonik di Australia yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun yang saat ini memiliki luas mencapai 390.400 hektar (termasuk Humbert River) dengan sapi sebanyak 33.000 ekor– . Siklus aktivitas magang yang dilakukan oleh Justian dan rekannya menyesuaikan dengan standar kerja di VRD, seperti jam kerja yang dimulai pada pukul 05.30 pagi untuk sarapan dan selesai bekerja pada pukul 18.00 sore. Selama kegiatan magang di VRD, Justian telah melakukan beragam kegiatan seperti fencing (kegiatan membuat dan memperbaiki pagar yang terbuat kawat), melakukan prosesing sapi yang meliputi kastrasi, pemasangan, pemasangan ear tag, pemotongan tanduk, branding, dan tes kebuntingan. 

Lebih lanjut Justian juga bercerita bahwa dengan kegiatan magang ini banyak ilmu dan keterampilan baru yang diperolehnya, “Berada di lingkungan magang sebesar ini tentunya membuat saya belajar banyak, ilmu-ilmu peternakan yang saya dapat di perkuliahan diperkaya dengan banyak pengembangan dalam program magang ini. Selain itu, tidak hanya ilmu peternakan yang didapatkan dalam program magang ini saya belajar dalam tekanan kerja yang tinggi menuntut  saya untuk bekerja dengan cepat dan tepat, etos kerja orang Australia yang tinggi inilah yang mengharuskan saya belajar mengikuti pola kerja yang disiplin dan profesional” ungkap Justian. 

Melakukan kegiatan magang jauh dari tanah air, dengan perbedaan budaya tentunya memberikan pengalaman suka dan duka, dari sekian banyaknya pengalaman menyenangkan, Justian menyatakan ada juga pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya, “Bagi pekerja di station, melontarkan kata kasar adalah hal yang biasa. Saya perlu beradaptasi dengan kebiasaan itu, yang akhirnya membuat mental saya lebih kuat dari sebelumnya,” tutur Justian.  

Program magang atau PKL adalah program wajib dari fakultas yang harus dilakukan oleh mahasiswa khususnya peternakan. Oleh karena itu, salah satu bentuk tunjangan yang diberikan oleh beasiswa prestasi Japfa Foundation adalah tunjangan PKL/magang. Sejalan dengan hal tersebut, Justian juga mengungkapkan bahwa tunjangan PKL ini sangat bermanfaat bagi penerima beasiswa, “Sebagian besar kebutuhan primer saat saya magang telah ditanggung oleh penyelenggara program NIAPP, namun bagi saya tunjangan PKL ini tetap bermanfaat sekali sebagai dana pendukung kegiatan magang seperti kebutuhan transpor lokal atau uang saku saat persiapan keberangkatan,” ungkap Justian. 

Dari proses perjalanan magang yang menantang dan berliku inilah, Justian ingin membagikan beberapan tips kepada teman-teman mahasiswa yang akan magang atau ingin kembali melakukan program magang agar kegiatan magangmu bermanfaat, yaitu : 

  1. Jika ada peluang magang baik di dalam negeri dan luar negeri, sekecil apapun peluangnya jika ada kesempatan cobalah. Karena seberat apapun tantangannya ketika kita berusaha selalu ada kemungkinan berhasil jika kita mencoba. 
  2. Ketika berada di lingkuran baru khususnya tempat magang yang memiliki kebiasaan serta kebudayaan berbeda, kita harus sesegera mungkin untuk beradaptasi. 
  3. Kesempatan adalah hal yang unik, seringkali tidak datang dalam dua kali. Oleh karenanya, ketika kita mendapatkan kesempatan, maka manfaatkan kesempatan itu dengan baik untuk kita belajar yang tidak didapat dalam bangku perkuliahan. 

“PKL atau magang tidak hanya untuk menambah hardskill pengetahuan kita, lebih dari itu melalui magang kita dapat memperkuat karakter tanggungjawab terhadap apa yang kita lakukan, belajar lebih disipilin dalam mengatur waktu serta belajar profesional dalam bekerja.” – Justian Ahmad.


Cerita Aghis, Gali Pengalaman dari Lampung sampai Malaysia 

 Aghis- sapaan akrab Aghis Rizka Dela-  yang merupakan Penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tahun 2017, seorang alumni jenjang D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Selama menjadi mahasiswa dan lulusan baru (fresh graduate) Aghis telah memiliki pengalaman magang di 2 tempat yaitu di dalam dan luar negeri. Pengalaman magang di dalam negeri Aghis dapatkan pada tahun 2018 bertempat di PT Austasia Stockfeed Jabung, Lampung Timur selama 3 bulan dan pengalaman magang saat menjadi fresh graduate di luar negeri bertempat di Ternakan N&A Wawasan SDN BHD Kedah, Malaysia selama 2 minggu pada tahun 2019. Pengalaman magang Aghis tentunya dilalui dengan penuh usaha dan kerja keras. Selain ilmu dari bangku perkuliahan tentunya keterampilan dari pengalaman magang ini dapat dimanfaatkan oleh Aghis yang kini telah bekerja di salah satu klinik dokter hewan di wilayah Cibubur, Bogor. 

Aghis menceritakan pengalaman magangnya di luar negeri ini merupakan salah satu pengalaman magang yang berkesan, menjadi salah satu praktikan kesehatan hewan di salah satu peternakan (kambing, sapi dan kerbau) Malaysia dengan kapasitas populasi ternak lebih dari 2000 ekor. Untuk lolos menjadi praktikan kesehatan hewan di peternakan tersebut, Aghis melalui tahapan wawancara yang dilakukan langsung oleh direktur peternakan tersebut, “Awalnya Aghis kaget juga langsung diwawancarai oleh direktur, diberikan pertanyaan terkait keterampilan pengecekan kesehatan hewan kurban. Bersyukurnya Aghis sudah berpengalaman di tempat magang sebelumnya untuk mengecek kesehatan hewan besar seperti sapi, sehingga Aghis cukup mengusai jawaban dari pertanyaan yang diajukan tersebut” ungkap Aghis. Selama melakukan magang di Malaysia banyak hal yang dilakukan oleh Aghis seperti memastikan kesehatan hewan-hewan kurban, melakukan pengecekan kandang, dan mengukur berat hewan. 

Pengalaman magang di Malaysia ini juga mengajarkan Aghis untuk belajar berinteraksi dengan pekerja yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Bangladesh, dan Burma sehingga kemampuan Bahasa Inggris yang Aghis miliki juga terasah. Dari pengalaman magang ini, Aghis menceritakan bahwa ada 3 manfaat yang dirasakan selama magang, “Aghis merasa banyak sekali manfaat dari magang ini, seperti belajar mandiri, berlajar beradaptasi dengan budaya dan bahasa yang berbeda, dan lebih mendalami ilmu kesehatan hewan karena cukup berbeda antara kuliah dan di lapangan, bisa jadi dalam teori diajarkan A sedangkan dalam aplikasinya bisa A, B, dan C karena akan mengalami pengembangan sesuai kondisi” ujar Aghis. Lebih lanjut Aghis juga bercerita bahwa diakhir masa magangnya, berkat hasil kerja Aghis yang baik saat itu langsung mendapatkan penawaran kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan pada posisi Supervisor (SPV) di peternakan tersebut.

Pengalaman magang di dalam negeri tentunya tidak kalah berkesan bagi Aghis dan rekan-rekan mahasiswa JFSC Unsyiah tahun 2017 yang berkesempatan magang di PT Austasia Stockfeed Jabung, Lampung Timur.  Aghis dengan antusiasnya bercerita, “Selama magang di PT Austasia itu enak, ilmunya dapet banget selama 3 bulan disana, pekerjanya baik-baik, kami diajak nekropsi pada ruminansia sampai diajarkan IB (Inseminasi Buatan) pada sapi” ungkap Aghis. Sebagai praktikan di tempat magang yang begitu luas dengan kapasitas populasi 22.000 sapi, tentu membutuhkan fisik yang kuat sehingga mahasiswa perlu cepat beradaptasi, berani untuk lelah dalam menggali hal-hal baru di tempat magang. 

Sama halnya seperti Justian, sebagai penerima beasiswa prestasi Japfa Foundation Aghis juga merasakan manfaat dari tunjangan PKL/magang, “Aghis dan rekan-rekan UNSYIAH lainnya tentunya sangat terbantu dengan dana tunjangan magang ini, karena Aghis memilih tempat magang di luar Aceh, dana ini kami manfaatkan untuk transport, uang saku dan biaya makan di luar jam kerja, karena selama jam kerja konsumsi diberikan oleh tempat magang” ujar Aghis. 

Aghis yang kini telah memasuki dunia professional dengan pengalaman magang yang dimilikinya ini ingin memberikan pesan kepada teman-teman mahasiswa yang akan memasuki fase kegiatan magang atau PKL di perkuliahannya untuk selalu semangat dalam menggali hal-hal baru. 


“Jangan mudah mengeluh ya! Minimalisasi keluhan kita saat magang, jadikan kesempatan magang untuk belajar dan menggali hal-hal baru yang tidak bisa kita dapatkan di bangku perkuliahan karena akan berguna di dunia professional (pekerjaan).” – Aghis


 

 

Justian Ahmad, JFSC 2018, S1 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Univ. Brawijaya

Aghis Rizka Dela, JFSC 2017, D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Syiah Kuala