Cerita Aruma Mahasiswa Berprestasi yang Giat Berbisnis dan Berjiwa Sosial

 18 June 2020 11:39:02    Education


Antara Akademik, Bisnis dan Sosial

Aruma, begitu biasanya ia disapa. Aruma Hamida merupakan mahasiswa semester 8 Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Aruma meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Tahun 2019. Kini, sebagai mahasiswa tingkat akhir, Aruma tidak hanya melakukan penelitian tugas akhir, tetapi juga disibukkan dengan berbagai kegiatan bisnis dan sosial. 

“Saat disamping bimbingan laporan skripsi, aku sambil menjalankan bisnis di bidang kuliner, mengelola administrasi PAUD dan menjalankan proyek sosial pelatihan budidaya di salah satu SMA” ujar Aruma. 

Aruma bersama ke-dua saudaranya menjalankan bisnis kuliner berupa snack/cemilan bernama Zadaku sejak 3 tahun lalu. Aruma juga turut bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi PAUD Bintang Insani yang dikelola oleh yayasan keluarga. Tak hanya itu, Aruma beserta satu temannya juga memiliki proyek sosial, yakni memberikan pelatihan budidaya lele di salah satu sekolah gratis untuk membantu anak anak yatim piatu dan kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah di jenjang SMA di Kota Batu, Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Menjalankan berbagai kegiatan di satu waktu tentunya cukup menyita energi. Bagaimana Aruma bisa membagi waktu agar seimbang antara akademik, bisnis dan sosial? 


“Aku membiasakan membuat skala prioritas, dimana diutamakan urusan yang sangat penting dan sangat mendesak. Setiap hari selalu bikin agenda harian, apa yang akan dikerjakan hari ini di pagi hari” ujar Aruma.


Bukan berarti tidak ada rintangan dalam menjalankan berbagai kegiatan. Aruma juga pernah mengalaminya. “Pernah juga di satu hari bentrok antara ujian dan deadline sinkronisasi data dapodik PAUD. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan bagi waktu antara belajar untuk ujian dan bantu administrasi PAUD” tambah Aruma.

Arti Prestasi bagi Aruma 

Selama menjadi mahasiswa, Aruma mencatatkan beberapa prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasi yang berhasil diukir Aruma diantaranya:

  1. Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya tahun 2019
  2. Juara 1 International & Inovation Competition (InIIC) Series 2/2019 di Selangor Malaysia
  3. Juara 1 dan Terbaik dalam Teknopreneur Muda Pemula Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia 2019 
  4. Lolos pendanaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Ristekdikti 2019 dengan judul LAMPRE senilai Rp 18 juta.
  5. Juara 1 Call for Paper the 7th Java Business Competition 2018 di Telkom University, Bandung.

Bagi Aruma prestasi bukan berarti harus menjadi juara. “Prestasi itu bukan selalu di posisi nomor 1 tapi proses belajar. Mendapatkan pengalaman berharga sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri adalah sebuah prestasi. Dengan kita mencoba meraih mimpi akan didapatkan bahan refleksi. Prestasi bukan datang tanpa usaha yang keras. Saya yakin hasil yang didapat sebanding dengan usaha, harapan dan doa.” ujar Aruma. 

Sosok Inspirasi, Prestasi dan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Aruma

Di balik prestasi dan berbagai kegiatan yang dijanlankan oleh Aruma, ada sosok Ayah yang menjadi inspirasi baginya. Kata-kata sang Ayah dipegang teguh oleh Aruma hingga kini.

“Kita sebagai manusia, apalagi wanita, harus punya mimpi untuk diwujudkan. Harus tekun dalam mengerjakan apapun” ujar Aruma menirukan perkataan sang Ayah. 

Menjuarai beberapa kompetisi merupakan pengalaman tak terlupakan bagi Aruma. Salah satu prestasi yang paling berkesan adalah saat Aruma mengikuti kompetisi bisnis di Surabaya dalam ajang IBTExpo. Membawakan produk Zadaku, yakni produk olahan dari ikan, Aruma berhasil membawa juara 1 dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 13 juta. 

“Prestasi yang paling tak terlupakan adalah saat ikut kompetisi IBTExpo di Surabaya lalu bertemu dan berbincang langsung dengan Bapak Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Sampai sekarang aku masih ingat kata-kata Pak Dahlan Iskan beliau berkata “Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan dan air mata”” ujar Aruma. 

Selain mengikuti kompetisi IBTExpo, mengikuti kompetisi tingkat internasional pertama bersama dua temannya di Johor, Malaysia menjadi pengalaman menarik bagi Aruma. Mengikuti kompetisi internasional pertama membuat Aruma dan tim terus belajar mengasah kemampuan Bahasa Inggris, cara mempresentasikan gagasan dengan baik dan tentunya relasi. 

“Itu pengalaman kompetisi di luar negeri pertama. Seneng banget tapi banyak bingungnya. Menariknya ada seseorang yang excited dengan inovasi kita dan ngasih kartu nama ke kita, ternyata dia adalah orang memiliki perusahaan teknologi pengolahan limbah dan juga pemateri pada event seminar internasional tersebut.” ungkap Aruma.  Sayangnya, produk LAMPRE (Lamp Protector Eco-matic 6 in 1) belum berhasil membawa Aruma dan tim meraih juara di ajang tersebut. “Sedikit kecewa sih awalnya, tapi banyak pembelajaran yang kita ambil mulai dari persiapannya, bahasa Inggris, tambah relasi dan lain-lain” tambah Aruma.

Peran Beasiswa Japfa Foundation bagi Aruma

Sebagai salah satu penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation, Aruma menyatakan bahwa beasiswa Japfa Foundation sangat membantunya, baik dari segi finansial maupun mengasah keterampilan.

Beasiswa Japfa Foundation sangat membantu saya dalam mengasah skill. Pertama, program Bahasa Inggris, membuat saya terpacu untuk bisa speaking. Kedua, tunjangan kegiatan sosial. Saya merasa bahwa dari beberapa kegiatan sosial yang dilakukan oleh kami penerima beasiswa JF di UB bisa berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Lalu uang bulanan yang diberikan bisa saya gunakan untuk registrasi lomba, lalu ikut kursus online” pungkas Aruma.

Tips dari Aruma untuk Teman-teman Mahasiswa

Aruma memberikan beberapa tips untuk teman-teman mahasiswa, nih. Simak yuk!

  1. Punya tujuan yang jelas dan terukur. Terlebih mahasiswa di semester awal penting menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tetapkan target apa yang ingin dicapai, langkah-langkahnya serta indikator keberhasilan yang jelas.
  2. Selalu asah kemampuan. Misalnya kemampuan berbahasa asing, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membangun kerjasama tim, kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis dan kepemimpinan.
  3. Harus ikut organisasi. Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti organisasi sambil kuliah mungkin susah. Yakinlah ketika berorganisasi, banyak pengalaman yang tidak didapat di bangku kuliah. Oleh karena itu, ikuti organisasi yang sesuai hobi dan passion.
  4. Open-minded. Mau berprestasi di bidang apapun, kita harus terbuka berdiskusi dengan siapapun tentang apapun. Berdiskusi akan membuka pemikiran-pemikiran baru dan tentunya ilmu akan lebih mudah diserap
  5. Selalu lakukan lebih dari orang lain. Memiliki ambisi yang kuat untuk melakukan sesuatu. Tetap fokus dan lakukan lebih dari yang lain. Kalau orang lain melakukan 10 maka kita lakukan 100. Tidak boleh cepat puas dan harus terus mencoba.

“Kita memiliki waktu yang sama setiap detiknya dan kesempatan yang sama setiap harinya. Semua tantangan dan kesulitan dapat kita atasi kalau kita mau berusaha. Jadi permasalahannya adalah bukan BISA atau TIDAK BISA, tapi MAU atau TIDAK MAU berusaha” Aruma Hamida.


 

 

Aruma Hamida, JFSC 2018, S1 Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya