Ayo Jadi Mahasiswa yang Berani Berwirausaha

 18 June 2020 11:55:06    Education


Jian dan Ubpa adalah dua dari sekian banyak mahasiswa yang menggeluti usaha sambil kuliah. Jian dan Ubpa merupakan penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018. Bagaimana cerita Jian dan Ubpa dalam menjalankan usahanya masing-masing? Mari kita simak cerita mereka! 

Jian, Bercita-cita Menjadi Pengusaha Peternakan Sapi

Jian Maulana, seorang mahasiswa semester 6 Jurusan D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Selain menjadi mahasiswa, Jian juga memiliki usaha penggemukan dan pembibitan sapi yang diberi nama JM LIVESTOCK VETERINARY di Langsa, Aceh. Jian mengaku sudah sejak kelas 5 SD tertaik pada dunia peternakan, terutama sapi. Berawal dari ketertarikannya tersebut, Jian memutuskan sekolah di SMK Peternakan lalu melanjutkannya di D3 Kesehatan Hewan. Jian beserta keluarga mengelola usaha penggemukan dan pembibitan sapi tersebut sejak 2008. “Jian memilih berwirausaha di bidang peternakan karena Jian melihat peluang usahanya besar, kebutuhan pasarnya tinggi” ujar Jian.

Jian mengaku senang menggeluti usaha di bidang peternakan sapi. Namun demikian usaha yang dijalankan Jian tidak selalu mulus, b. “Dukanya menjalani usaha di bidang peternakan, misalnya induk sapi diinseminasi buatan, harusnya lahir 9 bulan kemudian, tapi ada yang keguguran atau lahir mati” ujar Jian. Selain itu, Jian mengaku tidak bisa terlalu fokus mengurus usahanya tersebut saat menjadi mahasiswa, sehingga Jian meminta bantuan orang lain untuk mengurus sapi-sapi miliknya. “Pengalaman juga karena kemarin tidak bisa terlalu fokus urus ternak karena kuliah di kota, Jian minta bantuan orang lain untuk ngurus sapi. Tapi kesalahannya tidak ada perjanjian yang jelas terkait untung ruginya. Jadi berhenti disitu” tambah Jian.

Merintis usaha di bidang peternakan tak lepas dari komentar negatif keluarga dan teman Jian. “Dulu ada teman yang ngejek. Keluarga juga menganggap bahwa ternak sapi itu cuma sampingan atau tabungan, tidak bisa sukses. Tapi Jian yakin bisa sukses dari ternak sapi” ujar Jian. Jian menyatakan bahwa kini teman dan keluarga mendukung usahanya. “Sekarang Jian melihat banyak orang yang memiliki modal tergiur dengan usaha bidang peternakan, tapi mereka tidak tahu ilmunya” tambah Jian.

Jian mengaku dengan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah dan pembelajaran yang sedang ditekuni mengenai manajemen pemasaran dapat mendukungnya dalam mewujudkan cita-citanya. “Cita-cita Jian adalah menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa mengurangi angka pengangguran. Di Aceh, untuk memenuhi kebutuhan sapi potong kita masih ambil dari provinsi lain. Jian berharap dan yakin suatu saat Jian bisa memenuhi kebutuhan sapi tersebut” ujar Jian penuh semangat.

Sebagai seorang mahasiswa yang juga giat berwirausaha, Jian mengungkapkan bahwa pencapaian yang didapatnya sekarang ini tidak lepas dari dukungan Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang membantu baik dari segi finansial maupun dalam segi mengasah kemampuan. “Dari Beasiswa Japfa Foundation saya merasa terbantu dari segi finansial karena bisa bantu orangtua bayar SPP, penelitian, uang bulanan. Melalui kegiatan sosial, Jian juga terasah kemampuan public speaking-nya, bisa berinteraksi dengan masyarakat, dan bisa menjadi jembatan untuk membesarkan usaha” ujar Jian.

Jian adalah salah satu mahasiswa yang berani mengisi waktu produktifnya tidak hanya untuk kegiatan perkuliahan namun juga berani mengembangkan dirinya menjadi seorang wirausaha. Jian berpesan untuk sesama mahasiswa agar mulai berani wirausaha saat masih kuliah karena memiliki beragam manfaat. 


“Setamat kuliah, ciptakan lapangan pekerjaan. Jangan malah meningkatkan angka pengangguran. Peluang usaha itu besar. Sebelum mulai usaha, pahami betul fokus bidang apa yang ingin dijalankan. Pikirkan juga pemasarannya.” – Jian Maulana


 

Ubpa, Mahasiswa Pertanian yang Menggeluti Usaha Mi Olahan dari Sagu

Ubpa Aprilia Fahlefi, salah satu penerima Beasiswa Japfa Foundation tahun 2018, merupakan mahasiswa semester 8 jurusan agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Saat ini, selain melakukan penelitian tugas akhir, Ubpa aktif sebagai Dewan Pengawas Komunitas Mahasiswa Ilmiah Pertanian, mentor bisnis bidang kuliner dan menjalankan usaha kuliner mi olahan dari sagu, MIHAGO. 

Berawal dari keikutsertaannya dalam kompetisi bisnis, Ubpa bersama 2 rekannya memutuskan untuk menjalankan usaha MIHAGO sejak April 2019. Sasaran pemasaran MIHAGO adalah teman-teman di kampus Universitas Andalas. Ubpa dan rekan-rekannya melakukan pemasaran melalui media sosial yang akan diantar ke pelanggan serta membuka outlet di acara kampus. Dalam sehari Ubpa dan tim dapat menjual sampai 100 pcs MIHAGO. Namun saat pandemi ini, Ubpa mengaku tidak bisa memasarkan kembali di kampus karena adanya kebijakan belajar dari rumah dan memulangkan mahasiswa ke kampung halaman masing-masing, termasuk Ubpa dan kedua rekannya. 

Ubpa dan kedua rekannya memutuskan untuk menjalankan usaha mi olahan dari sagu karena Ubpa ingin meningkatkan nilai jual dari produk pertanian. “Alasannya karena Ubpa melihat tidak ada nilai lebih dari produk pertanian. Selain itu, di Pariaman banyak memproduksi sagu tapi kurang pemanfaatannya. Sagu kurang banyak diolah oleh orang. Kenapa memilih Mi? Karena Mi adalah makanan yang digemari masyarakat” ujar Ubpa.

Ubpa merasa puas dan senang bisa memiliki usaha sambil kuliah apalagi di bidang pertanian sesuai jurusan yang diemban. Menjalankan usaha tidak selalu lancar, Ubpa dan tim juga merasakannya hambatan dan tantangan dalam berwirausaha. “Dukanya penjualan tidak selalu ramai seperti yang diharapkan. Dari tim sendiri, pengelolaan keuangan juga masih kurang” ujar Ubpa. Selama ini agar tidak mengganggu jadwal masing-masing, Ubpa dan tim selalu membagi tugas dan mengatur jadwal mingguan. “Pembuatan MIHAGO nya kita produksi sendiri. Jadi kami bertiga gentian, diatur jadwalnya” tambah Ubpa.

Guna mengetahui respon dari pelanggan, Ubpa dan tim mengambil strategi untuk menyebar kuesioner kepada pelanggan yang membeli, sehingga Ubpa dan tim dapat memperbaiki kualitas produk berdasarkan masukan dari pelanggan. Ubpa mengaku kini MIHAGO masih sebatas mi basah yang dijual dalam bentuk mi goreng. Ubpa berharap kedepannya dapat membuat inovasi mi kering dengan berbagai varian rasa dan memiliki outlet. “Saat ini masih mi basah. Kami ingin berinovasi ke bentuk mi kering. Kami juga ingin ke depannya langsung memperoleh bahan baku sagu dari petani, tidak lagi membeli dalam bentuk tepung seperti sekarang ini. Kami juga ingin memiliki outlet sendiri” ujar Ubpa.

Selama menjalankan usaha MIHAGO, Ubpa mengaku mendapat beragam respon dari teman dan lingkungan sekitar. “Ada teman yang menilai negatif dan tidak percaya apakah rasanya enak kalo dari sagu. Tapi lebih banyak teman yang excited dengan MIHAGO. Keluarga juga sangat positif responnya karena berharap setelah kuliah bisa buka lapangan pekerjaan” ujar Ubpa. 

Menurut Ubpa dengan beragaman aktivitas dan pencapaian yang telah diraih saat ini, Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang diterimanya sangat membantunya dari segi finansial dan juga mengasah keterampilan. “Selain finansial, melalui bimbingan akademik, saya dan teman-teman Unand dapat bimbingan mengenai wirausaha, diajarin materi dan praktik. Tunjangan Bahasa Inggris juga menggali kemampuan berbahasa kami karena selain speaking ada juga kelas materi seperti tips&trik TOEFL. Dari kegiatan sosial kami bisa lebih dekat dengan masyarakat seperti petani dan meningkatkan kemampuan public speaking” ujar Ubpa.

Ubpa merupakan seorang mahasiswi pertanian yang berani mengasah kemampuannya tidak hanya digunakan untuk sekedar mencapai nilai akademik yang baik, namun lebih dari itu, Ubpa berani mengasah kemampuan yang dimiliki untuk lebih bermanfaat bagi banyak orang melalui wirausaha di bidang pertanian.  


“Pertanian kaya akan beragam hasil panennya sehingga dengan berwirausaha di bidang pertanian maka kita juga ikut memajukan pertanian. Dengan berwirausaha kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan takut gagal dalam berwirausaha karena akan banyak gagal dalam mencapai sukses berwirausaha” – Ubpa Aprilia Fahlefi


 

 

Jian Maulana, JFSC 2018, D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Syiah Kuala

Ubpa Aprilia Fahlefi, JFSC 2018, S1 Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Univ. Andalas