BERITA

photo
Webinar Program Bertani Untuk Negeri
 11 August 2020 12:36:58    Education

Jakarta, 07 Agustus 2020 - Indonesia merupakan negara agraris tropis ke-2 terbesar di dunia setelah Brazil. Namun produktivitas agrikultur Indonesia lebih rendah dari potensinya. Indonesia berada di peringkat 62 dari 113 negara untuk ketahanan pangan, berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019). Berdasarkan angkatan kerja, sebanyak 25% angkatan kerja Indonesia atau sekitar 35 juta orang bekerja di sektor pertanian. Namun produktivitas tenaga kerja sektor pertanian Indonesia pun rendah, hanya USD 8.84 per hari orang, lebih rendah dari Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019).  

Di sisi lain, terdapat masalah dalam kebutuhan lulusan yang lebih siap kerja yang akan menjadi pemimpin masa depan. Sebanyak 2 dari 3 penyedia kerja menyatakan sangat kesulitan mencari karyawan yang siap untuk posisi manajemen. Berdasarkan skor kompetensi orang dewasa di Indonesia (PIACC) berada di bawah rata-rata OECD di kategori pemrosesan informasi dan penyelesaian masalah.  Berdasarkan Future of Jobs Report, World Economic Forum (2020), dua keterampilan penting yang utama di dunia kerja adalah pemecahan masalah kompleks dan berpikir kritis. 

Dengan latar belakang masalah ketahanan pangan dan kebutuhan lulusan tersebut, Japfa Foundation mengembangkan program Bertani Untuk Negeri. Bertani untuk Negeri merupakan program yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja bersama-sama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. “Kami mempertemukan pemuda yang passionate dengan pertanian dan mau belajar dengan petani, dan belajar bersama untuk menyelesaikan masalah produktivitas. Petani dapat berinovasi dan mengadopsi praktik manajemen pertanian yang lebih baik. Lulusan S1 pun dapat belajar keahlian yang dibutuhkan untuk lebih siap kerja menjadi pemimpin masa depan. Sehingga output program ini ada dua, yaitu dari sisi petani bisa meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan keahlian, dan dari sisi lulusan S1 dapat membangun semangat pertanian di antara generasi masa depan bangsa” ujar Lucky Luqman Nurrahmat, Chief Operating Officer.

“Melalui program Bertani Untuk Negeri, para pemuda akan mendapatkan berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan keahlian bisnis, pelatihan  soft skill, pelatihan teknikal peternakan ayam dan tentunya memberikan dampak nyata. Program Bertani Untuk Negeri akan dilaksanakan di daerah Cirebon dengan durasi program 6 bulan” ujar Ignatius Egan Jonatan, Departemen Program Japfa Foundation. Pada program yang akan dimulai pada bulan September 2020 ini, program akan menyasar peternakan ayam broiler. 

Pendaftaran program Bertani Untuk Negeri masih dibuka sampai dengan 17 Agustus 2020. Informasi pendaftaran lebih lanjut dapat diakses melalui email admin@japfafoundation.org atau website www.japfafoundation.org/bertani-untuk-negeri

.

Baca selengkapnya
photo
Pengumuman Hasil Beasiswa Prestasi Japfa Foundation Tahun 2020
 13 July 2020 19:44:51    Education

Selamat kepada para calon penerima beasiswa prestasi Japfa Foundation tahun 2020 yang telah terpilih untuk melajutkan ke tahap selanjutnya dari 6 perguruan tinggi negeri. Berikut adalah nama-nama calon penerima beasiswa prestasi Japfa Foundation :

1. Universitas Syiah Kuala

Fakultas Kedokteran Hewan

No Nama Program Studi
1 Ayu Safitri S1
2 Anathia Nurul Usqa S1
3 Nindiana Lenggo Geni S1
4 Indri Nadya Monalisa S1
5 Annisa Hanugrah Rizki S1
6 Filna Muharani S1
7 Asnita Purnama S1
8 Ananda Pradana Putra S1
9 Hani Astuti S1
10 Ega Wulia Fitri S1
11 Rizka Fajri Annisa S1
12 Sri Wahyuni S1
13 Vrygita Vhahira S1
14 Novredha Rahmadita S1
15 Mairani Putri S1
16 Arindya Andrian S1
17 Rifda Srimulyani S1
18 Harda Rahmatul Hadi S1
19 Fuadatussa'adah S1
20 Muhammad Akbar S1
21 Nanang Rizki Ramadhan S1
22 Reski Amalia Rahim DM S1
23 Dewi Mayangsari S1
24 Yoana Sri Hartiwi S1
25 Elfi Gustina Siregar S1
26 Triska Silvia D3
27 Alwitria Putri D3
28 Wanti Maisa Br Keliat D3
29  Astya Windari D3
30 Hidayatil Fadhila D3
31  Idrawirman D3
32 Jefri Hariadi D3
33  Nada Tari Milenia D3
34 Rindiani Salehah D3
35 Elvira D3
36 Mustaqim D3

 

2. Universitas Lambunng Mangkurat

Fakultas Pertanian

No Nama Program Studi
1 Alifah Nor A'in Agribisnis
2 M. Guntur Akbar Agribisnis
3 Ananda Dea Saprila Agribisnis
4 Fajar Mustaqim Agribisnis
5 Mufi Jatur Rahmi Agribisnis
6 Baiti Mukarramah Agribisnis
Ahmad Wahyudianur Agroteknologi
8 Virgilia Risky Srikandi Moa Agroteknologi
9 Gabriella Bertha Ayusanti Agroteknologi
10 Florentina Nofianti Aritonang Agroteknologi
11 Hilmi Fadhil Agustin Agroteknologi
12 Okky Feri Ananda Agroteknologi
13 Maharatun Nida Agroteknologi
14 Bima Syahputra Agroteknologi
15 Ahmad Ghazali Agroteknologi
16 M. Ihsanul Fikri Agroteknologi
17 Nurul Hasanatul Laila Peternakan
18 Arina Dwi Astuti Peternakan
19 Intan Aulia Peternakan
20 Renisari Peternakan
21 Soleha Aprilia Peternakan
22 Veny Refrawan Ayu Peternakan
23 Renda Yansen Surya Peternakan
24 Ahmad Iqbal Peternakan
25 M. Erwin Fitriko Rahman Peternakan
26 Kolis Wahana Peternakan
27 Disti Siltiawati Peternakan
28 Hernita Dwi Cahyani Peternakan
29 M. Rizky Rizal  Peternakan
30 Widia Yuningsih Peternakan
31 Ilham Dwi Nurdiyanto Peternakan
32 Tiara Chris Tanti Peternakan
33 Zaenul Hafizi Peternakan
34 M. Rifqi Azhari Peternakan
35 Pita Peternakan
36 Rusidah Peternakan
37 Lita Amelia Fitri Peternakan
38 Wahyuda Akbar Rifani Peternakan

 

3. Universitas Andalas

Fakultas Pertanian

No Nama  Program Studi
1 Maulidya Fachra Nisa Yusri Agroteknologi
2 Esti Nur Shafura Agroteknologi
3 Rian Maulana Agroteknologi
4 AKbar Fadillah Agroteknologi
5 Maya Friska Yuda Agroteknologi
6 Farhan Hasbullah Agroteknologi
Yogi Putri Kasari Agroteknologi
8 Khara Uli Claidia Ambarita Agroteknologi
9 Mizi Sasrido Agribisnis
10 Triana Mustikasari Budidaya Pertanian/Agroteknologi
11 Helwiga Syintia Agribisnis

 

Fakultas Peternakan

No Nama Progam Studi
1 Rizqa Dwita Fadilla Peternakan
2 Anna Megawati Br Pakpahan Peternakan
3 Hanif Rahmi Peternakan
4 Azhir Maeda Peternakan
5 Ganang Fachri Prasetyo Peternakan
6 Dian Putri Fadlan Peternakan
7 Elsha Fadillah Azmi Peternakan
8 Ulvira Rifni Peternakan
9 Muhammad Akbar Almagribi Peternakan
10 Zamdari Asyyura Peternakan
11 Ama Sesan Zanity Peternakan
12 Fadil Muhammad Siregar Peternakan
13 Qalbi Annura Patrio Peternakan
14 Risha Randiana Putri Peternakan
15 Rifo Sela Akbar Peternakan
16 Rida Oktavia Peternakan
17 Annisa Amini Siregar Peternakan
18 Oktariani Edianto Peternakan
19 Desti Ayu Astuti Peternakan
20 Rahmat Zikri Peternakan
21 Nur Isnaini Adlian Z Peternakan
22 Chendy Mayasari Peternakan
23 Afdal Yusra Peternakan
24 Revo Agsyamerta Ventora Peternakan

 

4. Universitas Hasanuddin

Fakultas Peternakan

No Nama Program Studi
1 Sarah Karuru Peternakan
2 Muh. Aksa Kasim Peternakan
3 Haerul Umam Rusdi Peternakan
4 Fitrah Junaedi Peternakan
5 Sri Muliani Sk Peternakan
6 Nurul Azizah Peternakan
7 Nurazizah Peternakan
8 Sulastri Mayapada Peternakan
9 Suhardi Tahir  Peternakan
10 Andi Anisa Sari Peternakan
11 Baso Faisal Peternakan
12 Widya Peternakan
13 Rizham Eka Putra Mahar Peternakan
14 Indra Wahyudi Syarif Peternakan
15 Rezky Awaliyah Ramli Peternakan
16 Agung Kurniawan Yusuf Peternakan
17 Achmad Fajar Peternakan
18 Muh. Alfiah H Peternakan
19 Muh. Ubaidillah Peternakan
20 Jessicha Gabrielle Elisabeth Peternakan
21 Andi Feby Nurul Wadiah Peternakan
22 Yusril Yasmin Peternakan
23 Rifdal Armawan Arif Peternakan
24 M. Nur Alam Syah Peternakan

 

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan

No Nama Program Studi
1 Widyastuti Harwis Ilmu Kelautan
2 Relis Gabriel Sihaloho Manajemen Sumberdaya Perairan
3 A. Suci Islameini H Ilmu Kelautan
4 Agung Rinekso Ansori Budidaya Perairan
5 Aulia Karimah Amin Sosial Ekonomi Perikanan
6 A. Muh Fajrin Ramadhan Budidaya Perairan
7 Karmila Azra Budidaya Perairan
8 Nurul Azzahra Lukman Budidaya Perairan
9 Andi Bulqeis Rhamdani Sosial Ekonomi Perikanan
10 Anastasia Zefanya Pasereng Budidaya Perairan
11 Andi Ummu Azizah Sosial Ekonomi Perikanan
12 Rahmat Hidayat Budidaya Perairan
13 Besse Dalauleng Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
14 Fifin Sri Yuniar Asnawi Budidaya Perairan
15 Kharisma Putri Azzahra M  Sosial Ekonomi Perikanan
16 M. Syahrul Budidaya Perairan
17 Mardia Sultan Budidaya Perairan
18 Muhammad Shidiq Ilmu Kelautan
19 Nurafiah Budidaya Perairan
20 Reski Wahyuni Sukardi Budidaya Perairan
21 Tuthy Tazkia Mustari Budidaya Perairan
22 Uzwatun Hasanah Budidaya Perairan

 

5. Universitas Brawijaya

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

No Nama Program Studi
1 Inpita Casuarina Eqisetia Utari Budidaya Perairan
2 Muhammad Alfiandi Rachmad Harahap  Budidaya Perairan
3 Yolani Jamilatul Uswah Budidaya Perairan
4 Emeraldo Ahmad Zaky Agrobisnis Perikanan
5 Alfi Nur Aini Manajemen Sumberdaya Perairan
6 Prasetya Akbar Pratama Budidaya Perairan
7 Indri Wahyu Maylisa  Budidaya Perairan
8 Jessica Della Gracia Bangun Teknologi Hasil Perikanan
9 Donik Nuzul Nur Utomo Ilmu Kelautan
10 Vianta Mandhalika Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
11 Muhammad Rizki Saleh Ilmu Kelautan
12 Joanna Elysia Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
13 Farah Noudy Puspitarini Manajemen Sumberdaya Perairan
14 Yeremia Edgar Aprilio Ilmu Kelautan
15 Syifa Sauqiyah Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
16 Sangaji Jendro Pramasta Sakti Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
17 Candra Dewi Agustina Budidaya Perairan
18 Nur Aini Azizah Budidaya Perairan
19 Syafril Mayu Dinata Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
20 Ihda Zulfia Nur Mawaddah Manajemen Sumberdaya Perairan

 

Fakultas Peternakan

No Nama Program Studi
1  Avida Fradiana Peternakan
2 Rifa Naziihah Peternakan
3 Afrizal Ramadhani Fauzi Peternakan
4 Adhe Tya Purnomo Dwi Herlanda Peternakan
5 Femmilita Alfianti Peternakan
6 Aldi Haffian Syah Peternakan
7 Aiski Rekasela Peternakan
8 Arini Nur Sa'adah Peternakan
Khairana Khanafani Peternakan
10 Agatha Perseveranda Bunga Maharani Peternakan
11 Hisyam Ryandhika Kusuma Peternakan
12 Amin Nurrachma Peternakan
13 Rhifa Siti Fauziah ND Peternakan
14 Cindy Heryanti Kusuma Wardhani Peternakan
15 Josefine Nandyaningrum Peternakan
16 Brilla Ismaya Safitri Peternakan
17  Winda Fransisca Saragih Peternakan
18 Romy Abdillah Ramadhan Peternakan
19 Hagie Dibin Novreyga Peternakan
20 Syifa Salsabila Peternakan

 

6. Institut Pertanian Bogor

Fakultas Peternakan

No Nama Program Studi
1 Ghina Aulia Rahmah IPTP
2 Sera Wiharja IPTP
3 Tyas Intani NTP
4 Nurul Asmaa Dewi NTP
Mila Taniasari NTP
6 Liza Onafia Putri NTP
7 Sherly Dwi Putri NTP
8 Sandi Nayohan NTP
9 Zahratul Jannah TPT
10 Daffa Khairy Almayrizq TPT
11 Ainur Rahmah TPT
12 Avicenna Muhammad Afdhal TPT
13 Intan Sari TPT
14 Erwin Riva'i TPT
15 Syahid Husain THT
16 Amira Hana Hisanah THT
17 Aulia Septiani THT
18 Dinna Amalia Shafira THT
19 Nurul Fitri THT
20 Nurina Hadiati Rachmani THT
21 Hasna Najiyyah THT
22 Vivi Indriani THT
23 Aulia Nurul Saputri INPT
24 Danang Bian Retnanto INPT
25 Isnaini Dafri INPT
26 Evi Gustika Sitanggang INPT
27 Febiola Risti Annisa INPT
28 Cindy Hardianti Nufus INPT

 

Selanjutnya calon penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation 2020 akan melanjutkan ke sesi wawancara. Siapakah yang akan menjadi Penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation 2020? Tunggu info selanjutnya, ya!


 

.

Baca selengkapnya
photo
Focus Group Discussion Testing Kurikulum Program Pendidikan dan Pelatihan Perternakan Japfa Foundation 2020
 13 July 2020 16:38:37    Education

Sabtu, 20 Juni 2020 - Bertempat di Bandung, Japfa Foundation baru saja mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) testing kurikulum bagi mahasiswa/i semester 8 dan alumni peternakan dari Universitas Padjajaran.
Sebelumnya, kegiatan FGD yang sama juga telah dilakukan bagi mahasiswa/i semester 8 dan alumni Peternakan dari Institut Pertanian Bogor. Kedua kegiatan tersebut difasilitasi oleh tim program Japfa Foundation.
Kegiatan yang dilakukan dalam FGD tersebut adalah :

  1. Uji coba kurikulum dan metode belajar.
  2. Sharing session pendalaman kebutuhan alumni saat lulus terkait soft skill dan technical skil serta melihat kesiapan alumni untuk masuk dalam dunia kerja.


Kegiatan ini bertujuan untuk mendapat masukan dalam pengembangan konsep Program Pendidikan dan Pelatihan Peternakan Japfa Foundation yang dapat memberikan kontribusi dalam memajukan dunia peternakan di Indonesia.

.

Baca selengkapnya
photo
Inspirasi Dari Tempat Magang Bagi Kamu Generasi Milenial
 18 June 2020 12:33:37    Education

Magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memiliki pengalaman bekerja dan menerapkan teori yang telah diajarkan di perkuliahan. Justian1 dan Aghis2 adalah dua penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018 dan 2017 yang telah melakukan kegiatan magang di dalam dan luar negeri. Simak cerita bermanfaat berikut ini ya, untuk menambah pengetahuanmu tentang manfaat dari kegiatan magang, terutama bagi kamu generasi milenial. Selamat membaca! 

Justian, Mengggali Pengalaman Dari Negeri Kangguru 

Justian – sapaan akrab Justian Ahmad – seorang mahasiswa semester 8 jenjang S1 (Sarjana) Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya ini telah melaksanakan kegiatan magang pada bulan September s.d Oktober tahun 2019 di Victoria River Down Station, Northern Territory, Australia dibawah naungan Heytesbury Cattle Company. Perjalanan Justian untuk diterima magang di salah satu perusahaan peternakan di Australia tentu tidaklah mudah. Beberapa tahapan seleksi perlu dilalui meliputi tes tulis, tes fisik, tes wawancara harus dilalui oleh Justian bersama Galih Purboningrum untuk lolos mewakili Universitas Brawijaya dalam program NIAPP (NTCA-Indonesia Australia Pastoral Program) tahun 2019 bersama 19 perwakilan lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. 

Sebelum melakukan program magang di Australia, Justian dan perwakilan lainnya mendapatkan pelatihan di PT Pasir Tengah selama 3 hari, materi pelatihan yang diberikan antara lain handling sapi, supply chain sapi potong Australia-Indonesia, menghadapi culture shock, dan mengatur media sosial. Sesampainya di Australia, Justian dan perwakilan lainnya mendapatkan pelatihan di Kota Alice Springs, Northern Territory selama 2 minggu dengan beragam materi pelatihan antara lain first aidhandling sapi, motorbike training, horse riding training, beef cattle management serta fencing training. Setelah itu barulah Justian ditempatkan di Victoria River Downs station (VRD).

Justian bersama rekannya Brian Marcel Crissanto Fatem yang berasal dari Universitas Papua menghabiskan waktu 1,5 bulan bekerja di sebuah station bernama Victoria River Downs –peternakan sapi ikonik di Australia yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun yang saat ini memiliki luas mencapai 390.400 hektar (termasuk Humbert River) dengan sapi sebanyak 33.000 ekor– . Siklus aktivitas magang yang dilakukan oleh Justian dan rekannya menyesuaikan dengan standar kerja di VRD, seperti jam kerja yang dimulai pada pukul 05.30 pagi untuk sarapan dan selesai bekerja pada pukul 18.00 sore. Selama kegiatan magang di VRD, Justian telah melakukan beragam kegiatan seperti fencing (kegiatan membuat dan memperbaiki pagar yang terbuat kawat), melakukan prosesing sapi yang meliputi kastrasi, pemasangan, pemasangan ear tag, pemotongan tanduk, branding, dan tes kebuntingan. 

Lebih lanjut Justian juga bercerita bahwa dengan kegiatan magang ini banyak ilmu dan keterampilan baru yang diperolehnya, “Berada di lingkungan magang sebesar ini tentunya membuat saya belajar banyak, ilmu-ilmu peternakan yang saya dapat di perkuliahan diperkaya dengan banyak pengembangan dalam program magang ini. Selain itu, tidak hanya ilmu peternakan yang didapatkan dalam program magang ini saya belajar dalam tekanan kerja yang tinggi menuntut  saya untuk bekerja dengan cepat dan tepat, etos kerja orang Australia yang tinggi inilah yang mengharuskan saya belajar mengikuti pola kerja yang disiplin dan profesional” ungkap Justian. 

Melakukan kegiatan magang jauh dari tanah air, dengan perbedaan budaya tentunya memberikan pengalaman suka dan duka, dari sekian banyaknya pengalaman menyenangkan, Justian menyatakan ada juga pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya, “Bagi pekerja di station, melontarkan kata kasar adalah hal yang biasa. Saya perlu beradaptasi dengan kebiasaan itu, yang akhirnya membuat mental saya lebih kuat dari sebelumnya,” tutur Justian.  

Program magang atau PKL adalah program wajib dari fakultas yang harus dilakukan oleh mahasiswa khususnya peternakan. Oleh karena itu, salah satu bentuk tunjangan yang diberikan oleh beasiswa prestasi Japfa Foundation adalah tunjangan PKL/magang. Sejalan dengan hal tersebut, Justian juga mengungkapkan bahwa tunjangan PKL ini sangat bermanfaat bagi penerima beasiswa, “Sebagian besar kebutuhan primer saat saya magang telah ditanggung oleh penyelenggara program NIAPP, namun bagi saya tunjangan PKL ini tetap bermanfaat sekali sebagai dana pendukung kegiatan magang seperti kebutuhan transpor lokal atau uang saku saat persiapan keberangkatan,” ungkap Justian. 

Dari proses perjalanan magang yang menantang dan berliku inilah, Justian ingin membagikan beberapan tips kepada teman-teman mahasiswa yang akan magang atau ingin kembali melakukan program magang agar kegiatan magangmu bermanfaat, yaitu : 

  1. Jika ada peluang magang baik di dalam negeri dan luar negeri, sekecil apapun peluangnya jika ada kesempatan cobalah. Karena seberat apapun tantangannya ketika kita berusaha selalu ada kemungkinan berhasil jika kita mencoba. 
  2. Ketika berada di lingkuran baru khususnya tempat magang yang memiliki kebiasaan serta kebudayaan berbeda, kita harus sesegera mungkin untuk beradaptasi. 
  3. Kesempatan adalah hal yang unik, seringkali tidak datang dalam dua kali. Oleh karenanya, ketika kita mendapatkan kesempatan, maka manfaatkan kesempatan itu dengan baik untuk kita belajar yang tidak didapat dalam bangku perkuliahan. 

“PKL atau magang tidak hanya untuk menambah hardskill pengetahuan kita, lebih dari itu melalui magang kita dapat memperkuat karakter tanggungjawab terhadap apa yang kita lakukan, belajar lebih disipilin dalam mengatur waktu serta belajar profesional dalam bekerja.” – Justian Ahmad.


Cerita Aghis, Gali Pengalaman dari Lampung sampai Malaysia 

 Aghis- sapaan akrab Aghis Rizka Dela-  yang merupakan Penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tahun 2017, seorang alumni jenjang D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Selama menjadi mahasiswa dan lulusan baru (fresh graduate) Aghis telah memiliki pengalaman magang di 2 tempat yaitu di dalam dan luar negeri. Pengalaman magang di dalam negeri Aghis dapatkan pada tahun 2018 bertempat di PT Austasia Stockfeed Jabung, Lampung Timur selama 3 bulan dan pengalaman magang saat menjadi fresh graduate di luar negeri bertempat di Ternakan N&A Wawasan SDN BHD Kedah, Malaysia selama 2 minggu pada tahun 2019. Pengalaman magang Aghis tentunya dilalui dengan penuh usaha dan kerja keras. Selain ilmu dari bangku perkuliahan tentunya keterampilan dari pengalaman magang ini dapat dimanfaatkan oleh Aghis yang kini telah bekerja di salah satu klinik dokter hewan di wilayah Cibubur, Bogor. 

Aghis menceritakan pengalaman magangnya di luar negeri ini merupakan salah satu pengalaman magang yang berkesan, menjadi salah satu praktikan kesehatan hewan di salah satu peternakan (kambing, sapi dan kerbau) Malaysia dengan kapasitas populasi ternak lebih dari 2000 ekor. Untuk lolos menjadi praktikan kesehatan hewan di peternakan tersebut, Aghis melalui tahapan wawancara yang dilakukan langsung oleh direktur peternakan tersebut, “Awalnya Aghis kaget juga langsung diwawancarai oleh direktur, diberikan pertanyaan terkait keterampilan pengecekan kesehatan hewan kurban. Bersyukurnya Aghis sudah berpengalaman di tempat magang sebelumnya untuk mengecek kesehatan hewan besar seperti sapi, sehingga Aghis cukup mengusai jawaban dari pertanyaan yang diajukan tersebut” ungkap Aghis. Selama melakukan magang di Malaysia banyak hal yang dilakukan oleh Aghis seperti memastikan kesehatan hewan-hewan kurban, melakukan pengecekan kandang, dan mengukur berat hewan. 

Pengalaman magang di Malaysia ini juga mengajarkan Aghis untuk belajar berinteraksi dengan pekerja yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Bangladesh, dan Burma sehingga kemampuan Bahasa Inggris yang Aghis miliki juga terasah. Dari pengalaman magang ini, Aghis menceritakan bahwa ada 3 manfaat yang dirasakan selama magang, “Aghis merasa banyak sekali manfaat dari magang ini, seperti belajar mandiri, berlajar beradaptasi dengan budaya dan bahasa yang berbeda, dan lebih mendalami ilmu kesehatan hewan karena cukup berbeda antara kuliah dan di lapangan, bisa jadi dalam teori diajarkan A sedangkan dalam aplikasinya bisa A, B, dan C karena akan mengalami pengembangan sesuai kondisi” ujar Aghis. Lebih lanjut Aghis juga bercerita bahwa diakhir masa magangnya, berkat hasil kerja Aghis yang baik saat itu langsung mendapatkan penawaran kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan pada posisi Supervisor (SPV) di peternakan tersebut.

Pengalaman magang di dalam negeri tentunya tidak kalah berkesan bagi Aghis dan rekan-rekan mahasiswa JFSC Unsyiah tahun 2017 yang berkesempatan magang di PT Austasia Stockfeed Jabung, Lampung Timur.  Aghis dengan antusiasnya bercerita, “Selama magang di PT Austasia itu enak, ilmunya dapet banget selama 3 bulan disana, pekerjanya baik-baik, kami diajak nekropsi pada ruminansia sampai diajarkan IB (Inseminasi Buatan) pada sapi” ungkap Aghis. Sebagai praktikan di tempat magang yang begitu luas dengan kapasitas populasi 22.000 sapi, tentu membutuhkan fisik yang kuat sehingga mahasiswa perlu cepat beradaptasi, berani untuk lelah dalam menggali hal-hal baru di tempat magang. 

Sama halnya seperti Justian, sebagai penerima beasiswa prestasi Japfa Foundation Aghis juga merasakan manfaat dari tunjangan PKL/magang, “Aghis dan rekan-rekan UNSYIAH lainnya tentunya sangat terbantu dengan dana tunjangan magang ini, karena Aghis memilih tempat magang di luar Aceh, dana ini kami manfaatkan untuk transport, uang saku dan biaya makan di luar jam kerja, karena selama jam kerja konsumsi diberikan oleh tempat magang” ujar Aghis. 

Aghis yang kini telah memasuki dunia professional dengan pengalaman magang yang dimilikinya ini ingin memberikan pesan kepada teman-teman mahasiswa yang akan memasuki fase kegiatan magang atau PKL di perkuliahannya untuk selalu semangat dalam menggali hal-hal baru. 


“Jangan mudah mengeluh ya! Minimalisasi keluhan kita saat magang, jadikan kesempatan magang untuk belajar dan menggali hal-hal baru yang tidak bisa kita dapatkan di bangku perkuliahan karena akan berguna di dunia professional (pekerjaan).” – Aghis


 

 

Justian Ahmad, JFSC 2018, S1 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Univ. Brawijaya

Aghis Rizka Dela, JFSC 2017, D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Syiah Kuala

.

Baca selengkapnya
photo
Ayo Jadi Mahasiswa yang Berani Berwirausaha
 18 June 2020 11:55:06    Education

Jian dan Ubpa adalah dua dari sekian banyak mahasiswa yang menggeluti usaha sambil kuliah. Jian dan Ubpa merupakan penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018. Bagaimana cerita Jian dan Ubpa dalam menjalankan usahanya masing-masing? Mari kita simak cerita mereka! 

Jian, Bercita-cita Menjadi Pengusaha Peternakan Sapi

Jian Maulana, seorang mahasiswa semester 6 Jurusan D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Selain menjadi mahasiswa, Jian juga memiliki usaha penggemukan dan pembibitan sapi yang diberi nama JM LIVESTOCK VETERINARY di Langsa, Aceh. Jian mengaku sudah sejak kelas 5 SD tertaik pada dunia peternakan, terutama sapi. Berawal dari ketertarikannya tersebut, Jian memutuskan sekolah di SMK Peternakan lalu melanjutkannya di D3 Kesehatan Hewan. Jian beserta keluarga mengelola usaha penggemukan dan pembibitan sapi tersebut sejak 2008. “Jian memilih berwirausaha di bidang peternakan karena Jian melihat peluang usahanya besar, kebutuhan pasarnya tinggi” ujar Jian.

Jian mengaku senang menggeluti usaha di bidang peternakan sapi. Namun demikian usaha yang dijalankan Jian tidak selalu mulus, b. “Dukanya menjalani usaha di bidang peternakan, misalnya induk sapi diinseminasi buatan, harusnya lahir 9 bulan kemudian, tapi ada yang keguguran atau lahir mati” ujar Jian. Selain itu, Jian mengaku tidak bisa terlalu fokus mengurus usahanya tersebut saat menjadi mahasiswa, sehingga Jian meminta bantuan orang lain untuk mengurus sapi-sapi miliknya. “Pengalaman juga karena kemarin tidak bisa terlalu fokus urus ternak karena kuliah di kota, Jian minta bantuan orang lain untuk ngurus sapi. Tapi kesalahannya tidak ada perjanjian yang jelas terkait untung ruginya. Jadi berhenti disitu” tambah Jian.

Merintis usaha di bidang peternakan tak lepas dari komentar negatif keluarga dan teman Jian. “Dulu ada teman yang ngejek. Keluarga juga menganggap bahwa ternak sapi itu cuma sampingan atau tabungan, tidak bisa sukses. Tapi Jian yakin bisa sukses dari ternak sapi” ujar Jian. Jian menyatakan bahwa kini teman dan keluarga mendukung usahanya. “Sekarang Jian melihat banyak orang yang memiliki modal tergiur dengan usaha bidang peternakan, tapi mereka tidak tahu ilmunya” tambah Jian.

Jian mengaku dengan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah dan pembelajaran yang sedang ditekuni mengenai manajemen pemasaran dapat mendukungnya dalam mewujudkan cita-citanya. “Cita-cita Jian adalah menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa mengurangi angka pengangguran. Di Aceh, untuk memenuhi kebutuhan sapi potong kita masih ambil dari provinsi lain. Jian berharap dan yakin suatu saat Jian bisa memenuhi kebutuhan sapi tersebut” ujar Jian penuh semangat.

Sebagai seorang mahasiswa yang juga giat berwirausaha, Jian mengungkapkan bahwa pencapaian yang didapatnya sekarang ini tidak lepas dari dukungan Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang membantu baik dari segi finansial maupun dalam segi mengasah kemampuan. “Dari Beasiswa Japfa Foundation saya merasa terbantu dari segi finansial karena bisa bantu orangtua bayar SPP, penelitian, uang bulanan. Melalui kegiatan sosial, Jian juga terasah kemampuan public speaking-nya, bisa berinteraksi dengan masyarakat, dan bisa menjadi jembatan untuk membesarkan usaha” ujar Jian.

Jian adalah salah satu mahasiswa yang berani mengisi waktu produktifnya tidak hanya untuk kegiatan perkuliahan namun juga berani mengembangkan dirinya menjadi seorang wirausaha. Jian berpesan untuk sesama mahasiswa agar mulai berani wirausaha saat masih kuliah karena memiliki beragam manfaat. 


“Setamat kuliah, ciptakan lapangan pekerjaan. Jangan malah meningkatkan angka pengangguran. Peluang usaha itu besar. Sebelum mulai usaha, pahami betul fokus bidang apa yang ingin dijalankan. Pikirkan juga pemasarannya.” – Jian Maulana


 

Ubpa, Mahasiswa Pertanian yang Menggeluti Usaha Mi Olahan dari Sagu

Ubpa Aprilia Fahlefi, salah satu penerima Beasiswa Japfa Foundation tahun 2018, merupakan mahasiswa semester 8 jurusan agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Saat ini, selain melakukan penelitian tugas akhir, Ubpa aktif sebagai Dewan Pengawas Komunitas Mahasiswa Ilmiah Pertanian, mentor bisnis bidang kuliner dan menjalankan usaha kuliner mi olahan dari sagu, MIHAGO. 

Berawal dari keikutsertaannya dalam kompetisi bisnis, Ubpa bersama 2 rekannya memutuskan untuk menjalankan usaha MIHAGO sejak April 2019. Sasaran pemasaran MIHAGO adalah teman-teman di kampus Universitas Andalas. Ubpa dan rekan-rekannya melakukan pemasaran melalui media sosial yang akan diantar ke pelanggan serta membuka outlet di acara kampus. Dalam sehari Ubpa dan tim dapat menjual sampai 100 pcs MIHAGO. Namun saat pandemi ini, Ubpa mengaku tidak bisa memasarkan kembali di kampus karena adanya kebijakan belajar dari rumah dan memulangkan mahasiswa ke kampung halaman masing-masing, termasuk Ubpa dan kedua rekannya. 

Ubpa dan kedua rekannya memutuskan untuk menjalankan usaha mi olahan dari sagu karena Ubpa ingin meningkatkan nilai jual dari produk pertanian. “Alasannya karena Ubpa melihat tidak ada nilai lebih dari produk pertanian. Selain itu, di Pariaman banyak memproduksi sagu tapi kurang pemanfaatannya. Sagu kurang banyak diolah oleh orang. Kenapa memilih Mi? Karena Mi adalah makanan yang digemari masyarakat” ujar Ubpa.

Ubpa merasa puas dan senang bisa memiliki usaha sambil kuliah apalagi di bidang pertanian sesuai jurusan yang diemban. Menjalankan usaha tidak selalu lancar, Ubpa dan tim juga merasakannya hambatan dan tantangan dalam berwirausaha. “Dukanya penjualan tidak selalu ramai seperti yang diharapkan. Dari tim sendiri, pengelolaan keuangan juga masih kurang” ujar Ubpa. Selama ini agar tidak mengganggu jadwal masing-masing, Ubpa dan tim selalu membagi tugas dan mengatur jadwal mingguan. “Pembuatan MIHAGO nya kita produksi sendiri. Jadi kami bertiga gentian, diatur jadwalnya” tambah Ubpa.

Guna mengetahui respon dari pelanggan, Ubpa dan tim mengambil strategi untuk menyebar kuesioner kepada pelanggan yang membeli, sehingga Ubpa dan tim dapat memperbaiki kualitas produk berdasarkan masukan dari pelanggan. Ubpa mengaku kini MIHAGO masih sebatas mi basah yang dijual dalam bentuk mi goreng. Ubpa berharap kedepannya dapat membuat inovasi mi kering dengan berbagai varian rasa dan memiliki outlet. “Saat ini masih mi basah. Kami ingin berinovasi ke bentuk mi kering. Kami juga ingin ke depannya langsung memperoleh bahan baku sagu dari petani, tidak lagi membeli dalam bentuk tepung seperti sekarang ini. Kami juga ingin memiliki outlet sendiri” ujar Ubpa.

Selama menjalankan usaha MIHAGO, Ubpa mengaku mendapat beragam respon dari teman dan lingkungan sekitar. “Ada teman yang menilai negatif dan tidak percaya apakah rasanya enak kalo dari sagu. Tapi lebih banyak teman yang excited dengan MIHAGO. Keluarga juga sangat positif responnya karena berharap setelah kuliah bisa buka lapangan pekerjaan” ujar Ubpa. 

Menurut Ubpa dengan beragaman aktivitas dan pencapaian yang telah diraih saat ini, Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang diterimanya sangat membantunya dari segi finansial dan juga mengasah keterampilan. “Selain finansial, melalui bimbingan akademik, saya dan teman-teman Unand dapat bimbingan mengenai wirausaha, diajarin materi dan praktik. Tunjangan Bahasa Inggris juga menggali kemampuan berbahasa kami karena selain speaking ada juga kelas materi seperti tips&trik TOEFL. Dari kegiatan sosial kami bisa lebih dekat dengan masyarakat seperti petani dan meningkatkan kemampuan public speaking” ujar Ubpa.

Ubpa merupakan seorang mahasiswi pertanian yang berani mengasah kemampuannya tidak hanya digunakan untuk sekedar mencapai nilai akademik yang baik, namun lebih dari itu, Ubpa berani mengasah kemampuan yang dimiliki untuk lebih bermanfaat bagi banyak orang melalui wirausaha di bidang pertanian.  


“Pertanian kaya akan beragam hasil panennya sehingga dengan berwirausaha di bidang pertanian maka kita juga ikut memajukan pertanian. Dengan berwirausaha kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan takut gagal dalam berwirausaha karena akan banyak gagal dalam mencapai sukses berwirausaha” – Ubpa Aprilia Fahlefi


 

 

Jian Maulana, JFSC 2018, D3 Kesehatan Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Syiah Kuala

Ubpa Aprilia Fahlefi, JFSC 2018, S1 Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Univ. Andalas

.

Baca selengkapnya
photo
Cerita Aruma Mahasiswa Berprestasi yang Giat Berbisnis dan Berjiwa Sosial
 18 June 2020 11:39:02    Education

Antara Akademik, Bisnis dan Sosial

Aruma, begitu biasanya ia disapa. Aruma Hamida merupakan mahasiswa semester 8 Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Aruma meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Tahun 2019. Kini, sebagai mahasiswa tingkat akhir, Aruma tidak hanya melakukan penelitian tugas akhir, tetapi juga disibukkan dengan berbagai kegiatan bisnis dan sosial. 

“Saat disamping bimbingan laporan skripsi, aku sambil menjalankan bisnis di bidang kuliner, mengelola administrasi PAUD dan menjalankan proyek sosial pelatihan budidaya di salah satu SMA” ujar Aruma. 

Aruma bersama ke-dua saudaranya menjalankan bisnis kuliner berupa snack/cemilan bernama Zadaku sejak 3 tahun lalu. Aruma juga turut bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi PAUD Bintang Insani yang dikelola oleh yayasan keluarga. Tak hanya itu, Aruma beserta satu temannya juga memiliki proyek sosial, yakni memberikan pelatihan budidaya lele di salah satu sekolah gratis untuk membantu anak anak yatim piatu dan kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah di jenjang SMA di Kota Batu, Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Menjalankan berbagai kegiatan di satu waktu tentunya cukup menyita energi. Bagaimana Aruma bisa membagi waktu agar seimbang antara akademik, bisnis dan sosial? 


“Aku membiasakan membuat skala prioritas, dimana diutamakan urusan yang sangat penting dan sangat mendesak. Setiap hari selalu bikin agenda harian, apa yang akan dikerjakan hari ini di pagi hari” ujar Aruma.


Bukan berarti tidak ada rintangan dalam menjalankan berbagai kegiatan. Aruma juga pernah mengalaminya. “Pernah juga di satu hari bentrok antara ujian dan deadline sinkronisasi data dapodik PAUD. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan bagi waktu antara belajar untuk ujian dan bantu administrasi PAUD” tambah Aruma.

Arti Prestasi bagi Aruma 

Selama menjadi mahasiswa, Aruma mencatatkan beberapa prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasi yang berhasil diukir Aruma diantaranya:

  1. Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya tahun 2019
  2. Juara 1 International & Inovation Competition (InIIC) Series 2/2019 di Selangor Malaysia
  3. Juara 1 dan Terbaik dalam Teknopreneur Muda Pemula Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia 2019 
  4. Lolos pendanaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Ristekdikti 2019 dengan judul LAMPRE senilai Rp 18 juta.
  5. Juara 1 Call for Paper the 7th Java Business Competition 2018 di Telkom University, Bandung.

Bagi Aruma prestasi bukan berarti harus menjadi juara. “Prestasi itu bukan selalu di posisi nomor 1 tapi proses belajar. Mendapatkan pengalaman berharga sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri adalah sebuah prestasi. Dengan kita mencoba meraih mimpi akan didapatkan bahan refleksi. Prestasi bukan datang tanpa usaha yang keras. Saya yakin hasil yang didapat sebanding dengan usaha, harapan dan doa.” ujar Aruma. 

Sosok Inspirasi, Prestasi dan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Aruma

Di balik prestasi dan berbagai kegiatan yang dijanlankan oleh Aruma, ada sosok Ayah yang menjadi inspirasi baginya. Kata-kata sang Ayah dipegang teguh oleh Aruma hingga kini.

“Kita sebagai manusia, apalagi wanita, harus punya mimpi untuk diwujudkan. Harus tekun dalam mengerjakan apapun” ujar Aruma menirukan perkataan sang Ayah. 

Menjuarai beberapa kompetisi merupakan pengalaman tak terlupakan bagi Aruma. Salah satu prestasi yang paling berkesan adalah saat Aruma mengikuti kompetisi bisnis di Surabaya dalam ajang IBTExpo. Membawakan produk Zadaku, yakni produk olahan dari ikan, Aruma berhasil membawa juara 1 dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 13 juta. 

“Prestasi yang paling tak terlupakan adalah saat ikut kompetisi IBTExpo di Surabaya lalu bertemu dan berbincang langsung dengan Bapak Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Sampai sekarang aku masih ingat kata-kata Pak Dahlan Iskan beliau berkata “Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan dan air mata”” ujar Aruma. 

Selain mengikuti kompetisi IBTExpo, mengikuti kompetisi tingkat internasional pertama bersama dua temannya di Johor, Malaysia menjadi pengalaman menarik bagi Aruma. Mengikuti kompetisi internasional pertama membuat Aruma dan tim terus belajar mengasah kemampuan Bahasa Inggris, cara mempresentasikan gagasan dengan baik dan tentunya relasi. 

“Itu pengalaman kompetisi di luar negeri pertama. Seneng banget tapi banyak bingungnya. Menariknya ada seseorang yang excited dengan inovasi kita dan ngasih kartu nama ke kita, ternyata dia adalah orang memiliki perusahaan teknologi pengolahan limbah dan juga pemateri pada event seminar internasional tersebut.” ungkap Aruma.  Sayangnya, produk LAMPRE (Lamp Protector Eco-matic 6 in 1) belum berhasil membawa Aruma dan tim meraih juara di ajang tersebut. “Sedikit kecewa sih awalnya, tapi banyak pembelajaran yang kita ambil mulai dari persiapannya, bahasa Inggris, tambah relasi dan lain-lain” tambah Aruma.

Peran Beasiswa Japfa Foundation bagi Aruma

Sebagai salah satu penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation, Aruma menyatakan bahwa beasiswa Japfa Foundation sangat membantunya, baik dari segi finansial maupun mengasah keterampilan.

Beasiswa Japfa Foundation sangat membantu saya dalam mengasah skill. Pertama, program Bahasa Inggris, membuat saya terpacu untuk bisa speaking. Kedua, tunjangan kegiatan sosial. Saya merasa bahwa dari beberapa kegiatan sosial yang dilakukan oleh kami penerima beasiswa JF di UB bisa berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Lalu uang bulanan yang diberikan bisa saya gunakan untuk registrasi lomba, lalu ikut kursus online” pungkas Aruma.

Tips dari Aruma untuk Teman-teman Mahasiswa

Aruma memberikan beberapa tips untuk teman-teman mahasiswa, nih. Simak yuk!

  1. Punya tujuan yang jelas dan terukur. Terlebih mahasiswa di semester awal penting menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tetapkan target apa yang ingin dicapai, langkah-langkahnya serta indikator keberhasilan yang jelas.
  2. Selalu asah kemampuan. Misalnya kemampuan berbahasa asing, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membangun kerjasama tim, kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis dan kepemimpinan.
  3. Harus ikut organisasi. Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti organisasi sambil kuliah mungkin susah. Yakinlah ketika berorganisasi, banyak pengalaman yang tidak didapat di bangku kuliah. Oleh karena itu, ikuti organisasi yang sesuai hobi dan passion.
  4. Open-minded. Mau berprestasi di bidang apapun, kita harus terbuka berdiskusi dengan siapapun tentang apapun. Berdiskusi akan membuka pemikiran-pemikiran baru dan tentunya ilmu akan lebih mudah diserap
  5. Selalu lakukan lebih dari orang lain. Memiliki ambisi yang kuat untuk melakukan sesuatu. Tetap fokus dan lakukan lebih dari yang lain. Kalau orang lain melakukan 10 maka kita lakukan 100. Tidak boleh cepat puas dan harus terus mencoba.

“Kita memiliki waktu yang sama setiap detiknya dan kesempatan yang sama setiap harinya. Semua tantangan dan kesulitan dapat kita atasi kalau kita mau berusaha. Jadi permasalahannya adalah bukan BISA atau TIDAK BISA, tapi MAU atau TIDAK MAU berusaha” Aruma Hamida.


 

 

Aruma Hamida, JFSC 2018, S1 Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya 

.

Baca selengkapnya