BERITA

photo
Cerita Aruma Mahasiswa Berprestasi yang Giat Berbisnis dan Berjiwa Sosial
 18 June 2020 11:39:02    Education

Antara Akademik, Bisnis dan Sosial

Aruma, begitu biasanya ia disapa. Aruma Hamida merupakan mahasiswa semester 8 Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Aruma meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Tahun 2019. Kini, sebagai mahasiswa tingkat akhir, Aruma tidak hanya melakukan penelitian tugas akhir, tetapi juga disibukkan dengan berbagai kegiatan bisnis dan sosial. 

“Saat disamping bimbingan laporan skripsi, aku sambil menjalankan bisnis di bidang kuliner, mengelola administrasi PAUD dan menjalankan proyek sosial pelatihan budidaya di salah satu SMA” ujar Aruma. 

Aruma bersama ke-dua saudaranya menjalankan bisnis kuliner berupa snack/cemilan bernama Zadaku sejak 3 tahun lalu. Aruma juga turut bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi PAUD Bintang Insani yang dikelola oleh yayasan keluarga. Tak hanya itu, Aruma beserta satu temannya juga memiliki proyek sosial, yakni memberikan pelatihan budidaya lele di salah satu sekolah gratis untuk membantu anak anak yatim piatu dan kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah di jenjang SMA di Kota Batu, Jawa Timur sejak tahun lalu. 

Menjalankan berbagai kegiatan di satu waktu tentunya cukup menyita energi. Bagaimana Aruma bisa membagi waktu agar seimbang antara akademik, bisnis dan sosial? 


“Aku membiasakan membuat skala prioritas, dimana diutamakan urusan yang sangat penting dan sangat mendesak. Setiap hari selalu bikin agenda harian, apa yang akan dikerjakan hari ini di pagi hari” ujar Aruma.


Bukan berarti tidak ada rintangan dalam menjalankan berbagai kegiatan. Aruma juga pernah mengalaminya. “Pernah juga di satu hari bentrok antara ujian dan deadline sinkronisasi data dapodik PAUD. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan bagi waktu antara belajar untuk ujian dan bantu administrasi PAUD” tambah Aruma.

Arti Prestasi bagi Aruma 

Selama menjadi mahasiswa, Aruma mencatatkan beberapa prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasi yang berhasil diukir Aruma diantaranya:

  1. Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya tahun 2019
  2. Juara 1 International & Inovation Competition (InIIC) Series 2/2019 di Selangor Malaysia
  3. Juara 1 dan Terbaik dalam Teknopreneur Muda Pemula Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia 2019 
  4. Lolos pendanaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Ristekdikti 2019 dengan judul LAMPRE senilai Rp 18 juta.
  5. Juara 1 Call for Paper the 7th Java Business Competition 2018 di Telkom University, Bandung.

Bagi Aruma prestasi bukan berarti harus menjadi juara. “Prestasi itu bukan selalu di posisi nomor 1 tapi proses belajar. Mendapatkan pengalaman berharga sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri adalah sebuah prestasi. Dengan kita mencoba meraih mimpi akan didapatkan bahan refleksi. Prestasi bukan datang tanpa usaha yang keras. Saya yakin hasil yang didapat sebanding dengan usaha, harapan dan doa.” ujar Aruma. 

Sosok Inspirasi, Prestasi dan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Aruma

Di balik prestasi dan berbagai kegiatan yang dijanlankan oleh Aruma, ada sosok Ayah yang menjadi inspirasi baginya. Kata-kata sang Ayah dipegang teguh oleh Aruma hingga kini.

“Kita sebagai manusia, apalagi wanita, harus punya mimpi untuk diwujudkan. Harus tekun dalam mengerjakan apapun” ujar Aruma menirukan perkataan sang Ayah. 

Menjuarai beberapa kompetisi merupakan pengalaman tak terlupakan bagi Aruma. Salah satu prestasi yang paling berkesan adalah saat Aruma mengikuti kompetisi bisnis di Surabaya dalam ajang IBTExpo. Membawakan produk Zadaku, yakni produk olahan dari ikan, Aruma berhasil membawa juara 1 dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 13 juta. 

“Prestasi yang paling tak terlupakan adalah saat ikut kompetisi IBTExpo di Surabaya lalu bertemu dan berbincang langsung dengan Bapak Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Sampai sekarang aku masih ingat kata-kata Pak Dahlan Iskan beliau berkata “Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan dan air mata”” ujar Aruma. 

Selain mengikuti kompetisi IBTExpo, mengikuti kompetisi tingkat internasional pertama bersama dua temannya di Johor, Malaysia menjadi pengalaman menarik bagi Aruma. Mengikuti kompetisi internasional pertama membuat Aruma dan tim terus belajar mengasah kemampuan Bahasa Inggris, cara mempresentasikan gagasan dengan baik dan tentunya relasi. 

“Itu pengalaman kompetisi di luar negeri pertama. Seneng banget tapi banyak bingungnya. Menariknya ada seseorang yang excited dengan inovasi kita dan ngasih kartu nama ke kita, ternyata dia adalah orang memiliki perusahaan teknologi pengolahan limbah dan juga pemateri pada event seminar internasional tersebut.” ungkap Aruma.  Sayangnya, produk LAMPRE (Lamp Protector Eco-matic 6 in 1) belum berhasil membawa Aruma dan tim meraih juara di ajang tersebut. “Sedikit kecewa sih awalnya, tapi banyak pembelajaran yang kita ambil mulai dari persiapannya, bahasa Inggris, tambah relasi dan lain-lain” tambah Aruma.

Peran Beasiswa Japfa Foundation bagi Aruma

Sebagai salah satu penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation, Aruma menyatakan bahwa beasiswa Japfa Foundation sangat membantunya, baik dari segi finansial maupun mengasah keterampilan.

Beasiswa Japfa Foundation sangat membantu saya dalam mengasah skill. Pertama, program Bahasa Inggris, membuat saya terpacu untuk bisa speaking. Kedua, tunjangan kegiatan sosial. Saya merasa bahwa dari beberapa kegiatan sosial yang dilakukan oleh kami penerima beasiswa JF di UB bisa berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Lalu uang bulanan yang diberikan bisa saya gunakan untuk registrasi lomba, lalu ikut kursus online” pungkas Aruma.

Tips dari Aruma untuk Teman-teman Mahasiswa

Aruma memberikan beberapa tips untuk teman-teman mahasiswa, nih. Simak yuk!

  1. Punya tujuan yang jelas dan terukur. Terlebih mahasiswa di semester awal penting menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tetapkan target apa yang ingin dicapai, langkah-langkahnya serta indikator keberhasilan yang jelas.
  2. Selalu asah kemampuan. Misalnya kemampuan berbahasa asing, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membangun kerjasama tim, kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis dan kepemimpinan.
  3. Harus ikut organisasi. Bagi sebagian mahasiswa, mengikuti organisasi sambil kuliah mungkin susah. Yakinlah ketika berorganisasi, banyak pengalaman yang tidak didapat di bangku kuliah. Oleh karena itu, ikuti organisasi yang sesuai hobi dan passion.
  4. Open-minded. Mau berprestasi di bidang apapun, kita harus terbuka berdiskusi dengan siapapun tentang apapun. Berdiskusi akan membuka pemikiran-pemikiran baru dan tentunya ilmu akan lebih mudah diserap
  5. Selalu lakukan lebih dari orang lain. Memiliki ambisi yang kuat untuk melakukan sesuatu. Tetap fokus dan lakukan lebih dari yang lain. Kalau orang lain melakukan 10 maka kita lakukan 100. Tidak boleh cepat puas dan harus terus mencoba.

“Kita memiliki waktu yang sama setiap detiknya dan kesempatan yang sama setiap harinya. Semua tantangan dan kesulitan dapat kita atasi kalau kita mau berusaha. Jadi permasalahannya adalah bukan BISA atau TIDAK BISA, tapi MAU atau TIDAK MAU berusaha” Aruma Hamida.


 

 

Aruma Hamida, JFSC 2018, S1 Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya 

.

Baca selengkapnya
photo
Japfa Foundation Scholars ULM Beri Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Azolla
 18 June 2020 11:31:59    Education

Kolaborasi Antar Jurusan

Made Indra dan M. Rizkan adalah 2 dari 17 penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation yang berasal dari Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat (ULM).  Sebagai penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation, salah satu kewajiban yang mesti diemban oleh para penerima beasiswa adalah menjalankan kegiatan sosial yang dilakukan secara berkelompok. Para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dari Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan Budidaya Tanaman Azolla kepada masyarakat di Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan. 

Kegiatan sosial tersebut diawali dengan survei lokasi sesuai arahan dari instansi pemerintah setempat dengan kriteria mayoritas warga memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. “Desa Lok Gabang memiliki potensi ternak itik, namun terdapat kendala dalam biaya pakan yang terbilang tinggi. Kami, JFSC [Japfa Foundation Scholarship Club] ULM memberikan solusi kepada warga Desa Lok Gabang, khususnya Kelompok Tani Tunas Harapan dengan pembuatan pakan alternatif dari tanaman air bernama Azolla” ujar Made Indra, ketua JFSC Universitas Lambung Mangkurat.

Berasal dari 3 jurusan berbeda (Agroekoteknologi, Agribisnis dan Peternakan) membuat para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation di ULM bersatu padu merancang kegiatan sosial yang berkesinambungan satu sama lain. “Pertama kami mengajarkan budidaya tanaman Azolla dengan membuat kolam yang terbuat dari terpal di belakang rumah warga dibantu warga setempat. Penanggungjawabnya adalah kawan-kawan jurusan Agroekoteknologi. Setelah panen, kawan-kawan Agroekoteknologi juga mengajarkan pembuatan pupuk Bokasi. Kawan-kawan jurusan Peternakan bertanggung jawab terhadap pembuatan pakan itik/bebek dari tanaman Azolla tersebut” ujar M. Rizkan, salah satu anggota JFSC ULM.

Tak sampai disitu, para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation di ULM juga membina masyarakat agar tingkat ekonomi warga dapat meningkat dengan melatih warga untuk meningkatkan ekonomi dari telur itik yang dihasilkan, yaitu dengan membuat telur itik menjadi telur asin dan dipasarkan dengan kemasan premium. “Telur itik dibuat menjadi telur asin dengan media perendaman. Telur asin tadi dikemas dengan pelabelan dan lain-lain. Kegiatan ini dipimpin oleh kawan-kawan jurusan Agribisnis. Kami melihat masalah di desa tersebut adalah minat terhadap penjualan telur asin itu kurang. Sehingga, kawan-kawan jurusan Agribisnis mencoba bagaimana caranya meningkatkan penjualan tersebut agar lebih meningkat hasilnya” ujar M. Rizkan. 

Kegiatan sosial yang terbagi menjadi 4 rangkaian tersebut belum selesai dilaksanakan karena adanya pandemi COVID-19 yang melanda. Namun demikian, para anggota JFSC ULM menyatakan bahwa respon warga Desa Lok Gabang terhadap kegiatan yang mereka laksanakan sangat baik. “Respon masyarakat sangat baik, bahkan warga ada yang bertanggung jawab mengelola untuk mengecek tanaman Azolla tersebut di belakang rumah warga. Jadi kami sangat terbantu dengan antusias warga disana dan Alhamdulillah sampai saat ini sambutan warga disana sangat baik. Walaupun beberapa kali kegiatan tsb terkendala dari segi waktu. Kami pun berharap bisa meningkatkan daya tarik warga lagi untuk datang saat penyampaian materi” ujar M. Rizkan.

Menebar Manfaat melalui Kegiatan Sosial

Pelaksanaan kegiatan sosial yang dilakukan oleh para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tidak hanya memberikan manfaat kepada warga Desa Lok Gabang, tetapi juga memberikan manfaat tersendiri kepada para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation. “Kalau saya, jurusan saya kan berhubungan dengan masyarakat langsung, nah melalui kegiatan sosial ini saya bisa mengerti bagaimana memahami keadaan masyarakat, terjun langsung ke masyarakat. Kemudian untuk tim sendiri, lebih banyak teman, memahami karakter teman yang lain dan juga berkesempatan memahami pelajaran yang sudah dipelajari kawan-kawan dari jurusan lain, misalnya dari jurusan Agroekoteknologi, seperti budidaya tanaman Azolla, pembuatan pupuk Bokasi. Pelajaran tersebut tidak ada di jurusan Peternakan” ujar M. Rizkan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Made Indra “Kami JFSC ULM selaku narasumber sangat mendapatkan manfaat yang berharga, dimana sebagai akademisi yang bisa dikatakan komplit jika mereka dapat terjun langsung ke masyarakat dan mempraktikkan teori-teori yang selama ini didapat di bangku kuliah”.

Menjalankan kegiatan sosial bersama dengan rekan satu tim tak luput dari pengalaman suka dan duka. “Jujur dalam menyelenggarakan kegiatan sosial ini saya tidak merasakan duka, semua yang saya rasakan banyak sukanya. Keramahan dari warga desa, keseruan di lapangan, bisa keluar dari aktifitas monoton di kampus, merasakan bagaimana berada di masyarakat sebagai akademisi dan belajar memberikan apa yang kita tahu kepada masyarakat dengan baik dan benar agar dapat diterima dengan baik oleh mereka” ujar Made Indra. 

“Sukanya menambah relasi pertemanan, baik dengan teman-teman jurusan lain maupun di pedesaan, karena kan ada remaja juga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Saya pribadi senang memberikan edukasi kepada anak-anak di desa, karena mengingatkan saya pada masa kecil dulu. Dukanya karena berasal dari jurusan berbeda, kadang ada pendapat yang berbeda. Namun hal tersebut normal dalam sebuah perkumpulan. Namun mungkin hal itu bisa menjadi kendala jika terlalu dibesar-besarkan” tambah M. Rizkan.

besarkan” tambah M. Rizkan.

Peran Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam Mendukung Kegiatan Sosial

Made Indra dan M. Rizkan menyatakan bahwa Beasiswa Prestasi Japfa Foundation sangat mendukung kegiatan sosial yang mereka jalani, baik dari segi finansial maupun pendampingan. “Peran Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam mendukung kegiatan sosial itu sangat penting dan sangat berpengaruh. Kami mendapat bimbingan langsung dari pembimbing Beasiswa Prestasi Japfa Foundation sehingga bisa merencanakan dan menyusun kegiatan tersebut dengan matang. Setelah kegiatan tersebut dirasa sudah cukup baik bisa dikirim ke Japfa Foundation dan mendapat dukungan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga kegiatan kami bisa berjalan dengan lancar” ujar M. Rizkan.

Hal serupa diungkapkan oleh Made Indra “Beasiswa Prestasi Japfa Foundation tentunya sangat mendukung di semua aspek, terutama pendanaan sehingga segala keperluan yang dibutuhkan dapat terpenuhi serta dalam segi pembimbingan oleh fasilitator selama kegiatan”.

Pesan untuk Teman-teman Mahasiswa

Bagi teman-teman mahasiswa yang ingin menyelenggarakan kegiatan sosial, Made Indra dan M. Rizkan memberikan pesan, nih. 

“Pesan yang bisa saya sampaikan mewakili teman-teman JFSC ULM 2018 ketika menyelenggarakan kegiatan sosial perlu dipersiapkan perencanaan yang matang, manfaatkan waktu disela-sela perkuliahan untuk saling berdiskusi sambil saling mengakrabkan diri, curahkan semua ilmu yang didapat selama kuliah dalam kegiatan sosial ini dengan baik, dan tentu saja jaga tata krama ketika berada di lingkungan masyarakat yang kita bina” ujar Made Indra.

M. Rizkan menambahkan “Alangkah lebih baik lihat terlebih dahulu potensi yang ada di desa tersebut, keadaan desa tersebut serta hal-hal yang bisa diangkat dari desa tersebut, sehingga bisa merancang kegiatan yang bisa menarik antusias warga dalam menjalankan kegiatan yang kalian lakukan. Kemudian saat melakukan kegiatan, kawan-kawan jangan sampai asyik dengan diri sendiri, dengan teman sendiri atau bermain gadget. Alangkah lebih baik kawan-kawan ngobrol dengan warga dibanding main gadget, karena disana akan menentukan pandangan warga terhadap kalian itu seperti apa. Kalau kalian asyik dengan gadget sendiri, warga akan menilai hal-hal yang tidak baik terhadap kalian. Satu hal yang perlu diingat, saat ke desa, kalian tidak hanya membawa nama diri kalian sendiri tetapi juga membawa nama institusi pendidikan”.

Menjalankan sebuah proyek atau kegiatan sosial merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi kami mahasiswa sebab terdapat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat selaku para penerima manfaat dan diri sendiri. Oleh karena itu, jangan ragu untuk melakukan berbagai kegiatan sosial di sekitar kita.


“Kalau kalian ingin mencapai sesuatu yang belum pernah kalian capai, maka kalian harus siap melakukan sesuatu yang belum pernah kalian lakukan” – M. Rizkan.


 

Made Indra Wimayadi Candra, JFSC 2018, S1 Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

M. Rizkan Nor Rasadi, JFSC 2018, S1 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

.

Baca selengkapnya
photo
Memupuk Kepedulian Sosial Mahasiswa Zaman Now
 17 June 2020 15:19:23    Education

Setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki salah satu tujuan bersama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi, tujuan bersama ini dicapai dengan melibatkan seluruh elemen civitas akademika termasuk mahasiswa didalamnya. Inti dari Tri Dharma Perguruann Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan penngabdian kepada masyarakat. Dari Ketiga poin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi kegiatan yang memanfaatkan hasil dari proses pengajaran dan penelitian adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan mampu memberikan dampak perubahan untuk masyarakat melalui ilmu  pengetahuan dan teknologi. Irfan Nugraha adalah salah satu penerima beasiswa Japfa Foundation tahun 2018 yang telah mendapatkan apresiasi sebagai 5th Aktivis Sosial di tingkat IPB University karena kontribusinya dalam berbagai kegiatan sosial. Simak cerita bermanfaat berikut ini yah, untuk menambah pengetahuan dan semangatmu melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial. Selamat Membaca!.

Belajar Bersama Masyarakat

Irfan - sapaan akrab Irfan Nugraha seorang mahasiswa semester 8 jenjang S1 (Sarjana) Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB University ini telah berpengalaman melaksanakan kegiatan sosial sejak tingkat pertama perkuliahan. Pengalaman Irfan dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan sosial di masyarakat ternyata dimulai sejak Irfan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui kegiatan bakti sosial OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Dalam melakukan banyak kegiatan sosial, Irfan terinsiprasi dari sosok Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai guru yang berpesan "Bantulah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa". Bagi Irfan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan transfer informasi dan pengetahuan kepada masyarakat yang membuat hati senang, "Ketika kita punya sesuatu yang dibawa ke masyarakat dalam bentuk informasi yang bermanfaat rasa ke diri kita itu lebih nyaman dan memberikan efek kepuasan tersendiri, selain itu ketika kita berkegiatan dengan masyarakat sebenarnya kitalah yang belajar dari masyarakat itu sendiri," tutur Irfan.

Memberi Dampak Kepada Masyarakat  

Dalam setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat, peran Irfan tentu saja berbeda-beda, mulai dari relawan (Pengajar Inspiratif) dalam program Education Weeks In School IPB Mengajar pada tahun 2017, Wakil Ketua IPB Mengajar tahun 2018, Ketua IPB Mengajar tahun 2019, peserta K2N di Brebes dan Tim Divisi Program Japfa Foundation Scholarship Club (JFSC) IPB University. Dalam setiap kegiatan sosial tersebut Irfan memilik kesan tersendiri dalam setiap menjalani proses pelaksanaan hingga pengembangan programnya. Melaui program IPB Mengajar, dimulai menjadi relawan selama 21 hari di Desa Malasari, Bogor tidak hanya mengajar anak-anak melalui program ini Irfan dan teman-teman lainnya melakukan survei ke rumah orang tua (Home Visit), dan berkomunikasi dengan guru sekolah dasar (Rabuan). Lebih lanjut di tahun berikutnya, ketika peran Irfan dalam program IPB Mengajar menjadi wakil ketua, peran yang dijalankan tidak hanya mengajar, lebih dari itu Irfan melakukan supervisi program untuk memastikan program berjalan lancar dan hubungan dengan para stakeholder program juga berjalan baik dan lancar.

Berbeda dari kegiatan sebelumnya dalam program IPB Mengajar, Irfan juga berpengalaman sebagai peserta dalam kegiatan K2N (Kuliah Kerja Nyata) di Kubangsari, Brebes Jawa Tengah. Kegiatan K2N tersebut membawa Irfan dan teman-temannya menncoba mengaplikasikan ilmu perkuliahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan potensi wilayah di tempat K2N tersebut. "Potensi daerah Brebes selainn telur asin ada juga jagung, sehingga Irfan dkk bersama masyarakat mengembangkan nugget jagung ayam dan nugget telur asin, terkait uji coba penilaian makanan tentu kami menggunakan kaidah uji organoleptik dan secara umum masyarakat memberikan respon positif kepada produk tersebut," papar Irfan. Sama halnya seperti kegiatan Irfan dalam K2N, Irfan bersama rekan-rekan JFSC IPB University merancang kegiatan sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media transfer ilmu mahasiswa peternakan kepada masyarakat. Irfan dan rekan-rekan JFSC melihat potensi di daerah Neglasari, Bogor adalah peternakan domba sehingga informasi yang diberikan kepada masyarakat adalah informasi tentang pakan, pengolahan pakan, sanitasi dan manajemen kandang, serta produk olahan domba dan pemasaran.

Kegiatan pengabdian masyarakat tentunya membutuhkan proses persiapan yang tidak sebentar. Oleh karena itu, bagi teman-teman mahasiswa zaman now yang ingin menyelenggarakan kegiatan sosial, Irfan ingin menyampaikan tips dan trik agar kegiatan kamu dapat berdampak kepada masyarakat.

  1. Luruskan niat kita menyelenggarakan kegiatann tersebut. Segala sesuatu dari hati akan sampai ke hati masyarakat juga. Coba tanyakan niat yang paling dalam, dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut itu apa?.
  2. Pahami teknisnya secara sistematis (dari persiapan pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi) agar kegiatan sosial kita "meaningful". Jangan sampai kita asal-asalan menyelenggarakan kegiatan "yanng penting jalan" atau "yang penting sesuai jadwal".
  3. Pahami kadaan di masyarakat melalui survei potensi dan masalah yang ada di wilayah tersebut.
  4. Setelah mendapatkan potensi dan permasalahan yang ada, poin penting lainnnya adalah diskusikan dengan rekan satu tim agar mendapatkan banyak ide/alternatif solusi.
  5. Cari solusi yang tepat, yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
  6. Melakukan pendekatan kepada masyarakat terlebih dahulu jauh hari sebelumnya kegiatan akan dilaksanakan, jangan sampai kegiatan akan berjalan besok kita baru datanng hari ini. 

Beasiswa Prestasi Japfa Foundation dalam Mendukung Kegiatan Sosial

Melakukan kegiatan sosial adalah program wajib para penerima Beasiswa Prestasi Japfa Foundation. Bantuan dana dan pendampingan kegiatan yang diberikan oleh Japfa Foundation adalah bentuk komitmen dalam mendukung pengabdian masyarakat mahasiswa kepada lingkungan sekitar. Selain dengan hal tersebut, Irfan juga mengungkapkan bahwa adannya tunjungan kegiatann sosial bermannfaat bagi penerima beasiswa. "Adanya kegiatan sosial ini melatih kepekaan kepada masyarakat, jadi para JF Scholars bisa di fasilitasi, minat dann bakatnya di bidang sosial, belajar menyalurkan transfer ilmu dari kampus ke masyarakat sesuai arahan dosen, sehingga rasa tanggung jawab kepada kondisi peternakan di Indonesia menjadi tumbuh", ungkap Irfan.

Dari proses perjalanan Irfan dalam melakukan pengabdian masyarakat yang membutuhkan banyak ide dan tenaga, Irfan membagikan pesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan sosial.


"Pengabdian masyarakat sejatinya membuat kita lebih peka terhadap kondisi masyarakat sesungguhnya, membuat kita belajar bekerjasama dengan tim, berpikirann terbuka terhadap orang-orang baru, tidak hanya dengan tim saja dengan masyarakat seringkali kita perlu mennyesuaikan mengolah informasi sesuai dengan masyarakat, oleh karenanya membumikan ilmu dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat itulah esensi dan pengabdian masyarakat". ungkap Irfan. 


 

Irfan Nugraha - JFSC 2018, S1 Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB University

.

Baca selengkapnya
photo
Japfa Foundation Scholars Club Univ. Brawijaya Bersama FORPIM Salurkan Bantuan
 15 May 2020 16:58:04    Social Strategic

Malang, Mei 2020 - Seiring dengan bertambahnya kasus COVID-19 di Kota Malang, Japfa Foundation Scholarship Clup (JFSC) Universitas Brawijaya dan Forum Pemuda Inovator Malang (FORPIM) telah berinisiatif untuk mengumpulkan donasi dan menyalurkannya kepada masyarakat terdampak COVID-19 di kota dan kabupaten Malang. Donasi yang telah berhasil dikumpulkan sejak tanggal 3 s.d 7 Mei 2020 sebanyak Rp 12.450.000,-. Donasi tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk paket sembako ke beberapa titik di kota dan kabupaten Malang, seperti Bululawang, Sukun, Gadang, Klojen, Blimbing, Veteran, Merjosari, Arjosari, Dinoyo, Tlogomas, Sengkaling, Muaharto, Tawangargo dan Kalimalang. 

Dari donasi yang berhasil dikumpulkan, JFSC Universitas Brawijaya bersama dengan FORPIM beserta beberapa relawan lainnya memberikan bantuan paket sembako kepada 176 masyarakat yang membutuhkan. “Kami membagikan 176 paket sembako selama 2 hari di beberapa titik di kota dan kabupaten Malang. Sasaran kami adalah masyarakat terdampak COVID-19 yakni masyarakat yang hanya bergantung pada penghasilan harian, seperti pedagang keliling, tukang becak dan lainnya” ujar Aruma Hamida, salah satu anggota JFSC Universitas Brawijaya. Selain menyasar kepada pekerja harian, bantuan tersebut juga didistribusikan kepada masyarakat tidak mampu berdasarkan data dari kepala desa atau RT setempat. 

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dan tanpa menimbulkan kerumunan massa. Penerima manfaat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.


“Moga-moga sampean dibarokahi karo Gusti Allah, sehat nan kuat nggeh” ujar Mak Yah, salah satu penerima bantuan.


Diharapkan pembagian bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 di Malang. “Segenap anggota JFSC Universitas Brawijaya dan FORPIM mengucapkan terima kasih kepada para donator dan relawan yang membantu. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemik COVID-19” ujar Aruma Hamida, anggota JFSC Universitas Brawijaya.

.

Baca selengkapnya
photo
Japfa Foundation Lakukan Pertemuan Konsultatif dengan Direktur Polbangtan Bogor
 30 March 2020 17:02:05    Education

Bogor – Japfa Foundation terus melebarkan jejaring komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai instansi, salah satunya adalah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Ir. Siswoyo, MP. menyambut baik kedatangan Bapak Ir. Yahya Djanggola, Head of Japfa Foundation dan M. Ichsan Alma’i selaku Head of EQIP (Education Quality Improvement Program). Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 13 Maret 2020 tersebut merupakan salah satu bentuk silaturahmi sekaligus konsultasi berkaitan dengan fokus program Japfa Foundation, yakni Pendidikan Agrikultur

 


“Kami senang atas kunjungan ini dan tentunya siap berkolaborasi dengan Japfa Foundation maupun Japfa Group dalam pengembangan SDM di bidang pertanian dan peternakan” pungkas Dr. Ir. Siswoyo, MP.


 

Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Ir. Siswoyo, MP., menjelaskan bahwa terdapat 5 program studi Pendidikan vokasi di Polbangtan Bogor, salah satunya adalah Program Diploma IV Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Adapun pendekatan pembelajaran yang dilakukan di Polbangtan Bogor adalah Teaching Factory (TEFA). “Proporsi pembelajaran di Polbangtan ini 70% praktik dan 30% teori. Jadi diharapkan mahasiswa Polbangtan siap terjun langsung ke lapangan pasca lulus untuk menjadi entrepreneur di bidang pertanian dan peternakan, maupun bekerja di bidang tersebut”, lanjut Dr. Ir. Siswoyo, MP. 

Pada kesempatan tersebut, Direktur Polbangtan Bogor juga mengajak Ir. Yahya Djanggola untuk meninjau Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang sampai saat ini dijadikan tempat praktik langsung mahasiswa/i Polbangtan Bogor.

.

Baca selengkapnya
photo
Bantuan Untuk Program Posyandu Remaja Kemuning di Puskesmas Pasar Minggu
 19 March 2020 20:43:33    Nutrition

Jakarta, 13 Maret 2020 – Japfa Foundation telah menyelenggarakan kegiatan serah terima bantuan berupa posyandu remaja kit dan paket media KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) gizi remaja putri kepada pihak Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu guna mendukung program Posyandu Remaja Kemuning. Kegiatan serah terima ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kec. Pasar Minggu dan jajarannya, Ibu Ni Made Jendri (Penanggung Jawab Program Remaja PKM Pasar Minggu), Bapak Erwin (Pengelola RPTRA Kemuning), Ibu Putri (KPLDH Kec. Pasar Minggu) serta kader posyandu remaja Kecamatan Pasar Minggu. 

Kepala Puskesmas Kec. Pasar Minggu, Ibu dr. Sri R Amelia menilai kepedulian dan dukungan bantuan Japfa Foundation kepada program posyandu remaja akan berguna untuk meningkatkan kesehatan remaja di wilayah sekitar RPTRA Kemuning, Kelurahan Pejaten Timur. 

 


“Kami sangat mengapresiasi bantuan dan dukungan Japfa Foundation terhadap program Posyandu Remaja. Semoga melalui kegiatan Posyandu Remaja ini kita tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan remaja tetapi juga dapat dijadikan wadah peningkatan keterampilan remaja”, ungkap dr. Sri R Amelia.


 

Program Posyandu Remaja merupakan salah satu kegiatan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang melibatkan dan menyasar remaja luar sekolah. Pelibatan remaja melalui berbagai kegiatan yang mencakup upaya promotif dan preventif seperti kegiatan sosialisasi pendidikan keterampilan hidup sehat remaja, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa dan pencegahan NAPZA, gizi seimbang bagi remaja, serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan remaja. 

Sementara, Japfa Foundation diwakili oleh Ida Fauziah dan Putri Mei Saimima selaku tim Nutrition Improvement Program (NIP) menyampaikan bahwa Japfa Foundation telah menjalankan beberapa kegiatan khususnya di RPTRA Kemuning, Pejaten Timur antara lain melalui dukungan pembangunan RPTRA yang telah diresmikan pada tahun 2017 bersama Pemprov. DKI Jakarta, dukungan program Pos Edukasi Sehat Anti Narkoba (PESAN) bekerja sama dengan BNN Kota Jakarta Selatan, dan dukungan program Posyandu Remaja yang telah diinisiasi bersama Puskesmas Kec. Pasar Minggu sejak akhir tahun 2019.

“Japfa Foundation berharap dukungan ini dapat mendukung kelancaran program Posyandu Remaja di RPTRA Kemuning dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan remaja”, ungkap Ida Fauziah.

Melalui pertemuan ini juga, diwakili oleh tim Nutrition Improvement Program (NIP) menginformasikan kepada seluruh stakeholder Puskesmas Kec. Pasar Minggu dan perwakilan pengelola RPTA Kemuning Pejaten Timur mengenai fokus program Japfa Foundation di tahun 2020, yakni Pendidikan Agrikultur.

.

Baca selengkapnya